Akses Jalan ke SDN 2 Tugu Kota Tasikamalaya Kini Bisa Digunakan Kembali oleh para Siswa dan Guru

- Kamis, 9 September 2021 | 12:16 WIB
Kepala SDN 2 Tugu Kota Tasikmalaya Sri Mulyani memperlihatkan akses jalan yang semula ditutup benteng setinggi lebih kurang 2,5 meter oleh pemilik lahan yang ada di depan sekolah, kini sudah bisa digunakan kembali untuk akses jalan ke sekolah, 9 September 2021. (Ayotasik.com/Heru Rukanda)
Kepala SDN 2 Tugu Kota Tasikmalaya Sri Mulyani memperlihatkan akses jalan yang semula ditutup benteng setinggi lebih kurang 2,5 meter oleh pemilik lahan yang ada di depan sekolah, kini sudah bisa digunakan kembali untuk akses jalan ke sekolah, 9 September 2021. (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

CIHIDEUNG, AYOTASIK.COM -- Akses jalan ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Tugu Kota Tasikmalaya yang sebelumya ditutup dengan benteng beton oleh pemilik lahan yang ada di depan sekolah, kini sudah bisa digunakan kembali oleh para siswa dan guru.

Benteng beton setinggi 2,5 meter yang menutup akses jalan telah dibongkar pihak Pemerintah Kota Tasikmalaya setelah ada kesepakatan antara pemilik lahan dan pemerintah kota dan dizinkan untuk digunakan kembali sebagai akses menuju ke sekolah.

Kepala SDN 2 Tugu Kota Tasikmalaya Sri Mulyani mengatakan, pihaknya merasa bersyukur akses jalan ke sekolah yang dipimpinnya bisa kembali digunakan oleh para siswa dan guru-guru.

“Alhamdulillah kemarin dari pihak pemkot, dinas pendidikan, dan tokoh masyarakat, datang ke sini menyerahkan kunci gerbang. Kata beliau, alhamdullillah pemilik tanah mengizinkan sementara untuk akses jalan untuk gunakan ke sekolah sebelum memiliki jalan dari pemkot,” ujar Sri kepada wartawan, Kamis, 9 September 2021.

Menurut Sri, pemberian izin akses jalan ke SDN 2 Tugu Kota Tasikmalaya setelah adanya pertemuan antara pihak pemilik lahan dan Pemerintah Kota Tasikmalaya dan tokoh masyarakat. Benteng beton setinggi lebih kurang 2,5 meter langsung dibongkar usai pertemuan sehingga akses jalan yang semula ditutup benteng bisa digunakan lagi.

“Menurut info yang saya dengar, pemkot akan membeli lahan untuk akses jalan ke sekolah. Katanya di samping lahan yang dibenteng dengan ukuran satu meter jadi satu meter setengah,” ucapnya.

Ia menuturkan, pihaknya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga akses jalan yang biasa digunakan para siswa menuju sekolah bisa gunakan kembali sembari menunggu jalan baru yang dibuat oleh pemkot.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terutama kepada pemilik lahan yang telah memberikan izin akses jalan ke sekolah untuk digunakan lagi,” kata dia.

Sri menambahkan, kendati sudah mendapatkan izin dan benteng telah dibongkar, akses jalan harus dibersihkan dulu karena saat ini banyak ditumbuhi rumput ilalang dan semak belukar. Di samping itu, tembok yang dipenuhi dengan coretan juga perlu dibersihkan karena dikhawatirkan mengganggu psikologis anak siswa.

“Selama dua hari ini mungkin harus dibereskan dulu jalannya, kemungkinan besok bisa digunakan. Untuk kegiatan belajar mengajar selama 2 hari dilaksanakan secara daring dulu,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, akses jalan utama menuju Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Tugu Kota Tasikmalaya di Jalan SL Tobing, Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, dibenteng beton oleh pemilik lahan yang ada di depan sekolah. Akibatnya, di saat sekolah mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas, para guru dan siswa menjadi terhambat karena harus memutar melalui jalan setapak yang ada di belakang sekolah.

Benteng beton setinggi lebih kurang 2,5 meter dengan panjang sekitar 15 meter tersebut menutup akses jalan utama ke SDN 2 Tugu sejak awal tahun 2021, sekira bulan Januari - Februari.

Kepala SDN 2 Tugu Sri Mulyani mengatakan, dari cerita para guru, komite sekolah, dan kepala sekolah sebelum, bahwa awalnya akses jalan menuju sekolah tidak bermasalah. Bahkan pemilik lahan memberikan akses jalan di sebelah utara dengan lebar yang bisa dilalui oleh kendaraan roda 4.

Kemudian ada bantuan dari anggota DPRD Kota Tasikmalaya untuk pengaspalan lahan halaman sekolah karena ini awalnya tidak rata lahan gunung berbatu. "Entah karena melihat halaman sekolah diaspal dengan menuju akses ke sekolah, mungkin keluarga dari pemilik tanah ketakutan jika akses jalan diakui sebagai lahan sekolah, akhirnya mereka membangun benteng ini," ujar Sri, Selasa, 31 Agustus 2021.

Menurutnya, sebelumnya memang sudah ada komunikasi antara pemilik lahan, pihak sekolah, dan dari Badan Pertanahan Negara. Bahkan, dari keterangan komite sekolah ada sebagian tanah pemilik lahan yang terpakai bangunan sekolah dan sudah dibangun sebanyak 2 lokal ruangan. "Mungkin karena adanya perdebatan antara BPN, pemilik, dan sekolah, akhirnya mereka melepasnya dan membentengi akses jalan," ucapnya.

Ia menuturkan, sebenarnya pihak pemilik lahan telah memberikan lahan dengan lebar setengah meter untuk akses jalan ke sekolah di samping benteng beton. Namun, karena kondisinya setengah meter dan belum diratakan, sehingga tidak bisa digunakan. Terlebih dengan ukuran setengah meter untuk masuk sepeda juga susah, kecuali ditambah oleh pemilik lahan yang ada di sebelahnya yang kini telah disewa oleh pemilik warung makan. "Kebetulan ini sudah dikontrak duluan oleh pemilik warung dan mungkin tidak memberikan jalan untuk ke sekolah akhirnya tidak bisa apa-apa," kata dia.

Sri menjelaskan, untuk menuju sekolah kini para siswa SDN 2 Tugu yang jumlahnya sebanyak 167 siswa harus memutar dan menggunakan jalan setapak yang ada di belakang sekolah. Para siswa dan guru harus menapaki jalan di pinggir pesawahan dan tanah kuburan yang ada di sekitar belakang sekolah. "Kebetulan kami mencari solusi lain, dan dengan terpaksa menuju ke sekolah melalui jalan yang ada di belakang sekolah," jelasnya.

"Ada tanah di belakang sekolah milik warga 4 orang akan menghibahkan tanahnya untuk jalan ke SDN 2 Tugu. Alhamdulillah diberikan tanah ada satu meter, satu setengah meter, dan kemarin sudah dibuatkan perjanjian hitam di atas putih untuk dihibahkan kemudian disetorkan ke dinas pendidikan untuk ditindaklanjuti, jadi dihibahkannya ke Pemkot. Kalau tidak ada hibah dari warga di belakang sekola,h sama sekali tidak ada jalan ke sekolah," pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang siswa SDN2 Tugu, Rina (12) mengaku sedih lantaran akses jalan utama sekolahnya kini telah dibenteng. Ia bersama teman-teman sekolah terpaksa harus memutar untuk pergi ke sekolah. "Awalnya ini akses jalan ke sekolah. Tadi mau lewat jalan yang biasa tapi sudah dibenteng," ujarnya.

Kondisi sekolah SDN 2 Tugu ini sudah diketahui oleh pihak Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Dinas Pendidikan.

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Terkini

Sastra Sunda: HAMPURA DEWEK, EUY!

Senin, 29 November 2021 | 17:08 WIB
X