Briket Arang Produksi Tasikmalaya Tembus Pasar Internasional

- Selasa, 14 September 2021 | 15:04 WIB
Briket Arang  Batok Kelapa produksi Tasikmalaya tembus pasar internasional. (Irpan Wahab Muslim)
Briket Arang Batok Kelapa produksi Tasikmalaya tembus pasar internasional. (Irpan Wahab Muslim)

JAMANIS, AYOTASIK.COM -- Briket arang batok kelapa hasil produksi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) CV Mandiri Persada Kampung Neglasari, Desa Tanjungmekar, Kecamatan Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya, diminati pasar internasional. Briket arang itu, dipasarkan ke beberapa negara yang berada di Timur Tengah, Asia, Eropa, dan Amerika.

Pemilik CV Mandiri Persada, Sinta Dewi, mengatakan, potensi pasar briket arang batok kelapa ini sangat banyak di luar negeri, terutama timur tengah dan Eropa. Kebanyakan, briket arang dipergunakan untuk penggunaan rokok shisha dan arang barbeque.

Ditambahkan Sinta Dewi, UMKM miliknya sudah produksi sejak tahun 2015 lalu. Saat ini, ia mampu mempekerjakan 100 orang warga setempat untuk produksi di pabrik, dan puluhan warga lainnya di dua kampung guna proses pengemasan di rumah-rumah mereka. "Saya setiap minggu ekspor. Minimal 2 kontainer seminggu. Satu kontainer itu ada yang 25 ton ada yang 18 ton," jelas Sinta, Selasa, 14 September 2021.

Meski dengan produksi yang besar, lanjut Sinta Dewi, untuk bahan baku kebanyakan dari pulau Sumatera. Hal ini karena bahan baku arang lokal belum mempu memenuhi kebutuhan jumlah dan standar arang yang diminta. "Kita ambil dari wilayah lain. Ada bahan baku dari wilayah Pangandaran, namun tetap jumlahnya masih kurang," tambah Sinta.

Setiap bulannya, lanjut Sinta, sejumlah negara sepeti Iraq, Hongkong, Jerman, Turki, hingga Amerika Serikat dan Brasil, menjadi negara tujuan ekspor UMKM binaan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) ini. Tercatat kini sudah 15 negara yang rutin menerima pasokan briket arang batok kepala tersebut.

"Terakhir itu Sabtu kemarin kita kirim dua truk kontainer briket arang batok kelapa ekspor ke Hongkong dan Iraq. Kedua kontainer ini masing-masing berisi 18 ton dan 26 ton," ucap Sinta Dewi.

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Terkini

Ibu Kota Kabupaten Tasikmalaya Butuh Sentuhan

Jumat, 24 September 2021 | 17:46 WIB

Volume Sampah Kabupaten Tasik Capai 900 Ton Setiap Hari

Jumat, 24 September 2021 | 14:23 WIB

Tata Cara Salat Dhuha dan Doa Setelahnya

Jumat, 24 September 2021 | 11:05 WIB

Buang Sampah Sembarangan di Tasikmalaya Bakal Kena Denda

Kamis, 23 September 2021 | 16:34 WIB

Dari Paniis Tasikmalaya, Kerajinan Bambu Tembus ke Eropa

Kamis, 23 September 2021 | 14:12 WIB
X