Guru Honorer Positif Covid-19, PTM di 2 SD di Kota Tasikmalaya Dihentikan Sementara

- Kamis, 23 September 2021 | 10:39 WIB
Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di 2 SD di Kota Tasikmalaya dihentikan sementara lantaran  adanya guru honorer yang positif Covid-19. (Ayotasik.com/Heru Rukanda)
Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di 2 SD di Kota Tasikmalaya dihentikan sementara lantaran adanya guru honorer yang positif Covid-19. (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

CIPEDES, AYOTASIK.COM -- Guru honorer positif Covid-19, pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di 2 sekolah dasar (SD) di Kota Tasikmalaya dihentikan. Kedua SD yang PTM terbatasnya dihentikan berada di Kecamatan Cipedes.

Terkonfirmasi positifnya Covid-19 dari guru honorer sekolah dasar tersebut, diketahui saat akan mengikuti tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah Perjanjian Kontrak (PPPK) yang digelar di Aula Kampus STIMIK Tasikmalaya.

Adanya guru honorer yang terkonfirmasi positif Covid-19 dibenarkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Budiaman Sanusi. Menurutnya, ada dua guru honorer yang terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil tes antigen sebelum pelaksanaan tes SKD CPNS dan PPPK. “Kita mendapat kabar dari Dinas Kesehatan bahwa ada 2 guru honorer yang positif Covid-19. Kedua guru honorer itu dari 2 sekolah yang berbeda,” ujar Budiaman, Rabu, 22 September 2021.

Ia menuturkan, untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah, guru honorer yang terkonfirmasi positif Covid-19 telah melakukan isolasi mandiri (isoman) dan aktivitas pembelajaran tatap muka terbatas dihentikan sementara. “Kita langsung hentikan PTM terbatas karena khawatir juga terjadi penyebaran di lingkungan sekolah. Penghentian PTM ini hanya sementara,” ungkapnya.

Budiaman menambahkan, dengan adanya guru honorer yang terkonfirmasi Covid-19 pihaknya langsung berkoordinasi dengan dinas kesehatan untuk melakukan tracing dan pemeriksaan antigen dengan kontak eratnya. “Alhamdulillah dari hasil tracing dan testing antigen tidak ada murid maupun guru lain yang positif. Lingkungan sekolah pun sudah disterilkan dengan penyemprotan cairan disifektan,” tambah dia.

Budiaman meminta kepada seluruh guru baik PNS maupun honorer untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, agar kejadian serupa tidak kembali terjadi sehingga proses pembelajaran tatap muka secara terbatas tidak terganggu.

 

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Terkini

5 Tokoh Santri dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 12:17 WIB

Empat Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi di Hari Jumat

Jumat, 15 Oktober 2021 | 13:11 WIB
X