Kasus Covid-19 di Kota Tasikmalaya Turun, Dinkes: Masyarakat Jangan Euforia Tetap Disiplin Prokes

- Jumat, 1 Oktober 2021 | 17:23 WIB
Kabid P2P Dinkes Kota Tasikmalaya, dr. Asep Hendra Hendriana meminta masyarakat jangan euforia dengan penurunan kasus Covid-19 saat ini. (Ayotasik.com/Heru Rukanda)
Kabid P2P Dinkes Kota Tasikmalaya, dr. Asep Hendra Hendriana meminta masyarakat jangan euforia dengan penurunan kasus Covid-19 saat ini. (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

BUNGURSARI, AYOTASIK.COM -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya meminta masyarakat untuk tidak euforia dengan kondisi kasus Covid-19 yang terus menurun.

Dinkes berharap masyarakat untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari di luar rumah.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahaan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Tasikmalaya Asep Hendra Hendriana mengatakan, saat ini kasus aktif Covid-19 di kota berjuluk kota santri ini di bawah angka seratus.

“Memang kasus di kita sudah sangat turun. Per hari ini penambahan kasus hanya 2 orang. Ini patut disyukuri. Namun, semua harus tetap waspada. Jangan euforia berlebihan,” ujar Asep, Jumat, 1 Oktober 2021.

Menurut Asep, dari informasi yang diterimanya, peneliti epidemiologi memprediksi akan adanya gelombang ke-3 Covid-19. Untuk itu, masyarakat harus sudah bisa membiasakan diri menerapkan protokol kesehatan, di antaranya memakai maskes, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

“Untuk menghadapi kemungkinan terburuk terjadinya gelombang ke-3, kita juga terus gencarkan upaya vaksinasi. Kalau sudah banyak yang divaksin, risiko bergejala berat dapat diminimalisir. Dengan vaksinasi sudah terbukti mengurangi risiko kematian ketika terpapar,” ucapnya.

Ia menuturkan, selama September 2021, angka kasus penambahan Covid-19 sebanyak 329 kasus. Sedangkan pada Agustus terdapat penambahan kasus sebanyak, 1.700 kasus, dan Juli 2021 berjumlah 3.900 kasus.

“Untuk angka kematian akibat Covid-19 selama September ada 14 orang. Jauh dibandingkan Juni hingga Agustus. Juni itu 98 orang, Juli ada 214 orang lebih, dan Agustus ada 82 orang,” kata dia.

“Yang meninggal itu rata-rata yang belum divaksin. Dari data di kami 90 persen lebih yang meninggal itu belum divaksin. Jadi memang vaksin itu sangat memengaruhi,” sambungnya.

Halaman:

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Terkini

5 Tokoh Santri dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 12:17 WIB

Empat Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi di Hari Jumat

Jumat, 15 Oktober 2021 | 13:11 WIB
X