Kasus Aktif Covid-19 di Kota Tasikmalaya Tinggal 60 Orang, BOR Turun 2 Rumah Sakit Isoter Kosong

- Selasa, 5 Oktober 2021 | 16:59 WIB
Kasus Aktif Covid di Kota Tasikmalaya Tinggal 60 Orang, BOR Turun 2 Rumah Sakit Isoter Kosong. (Heru Rukanda)
Kasus Aktif Covid di Kota Tasikmalaya Tinggal 60 Orang, BOR Turun 2 Rumah Sakit Isoter Kosong. (Heru Rukanda)

TAWANG, AYOTASIK.COM -- Dalam 2 hari terakhir ini, kasus Covid-19 di Kota Tasikmalaya tidak terjadi penambahan. Hingga Selasa, 5 Oktober 2021, kasus aktif yang tercatat di Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya sebanyak 60 orang. Sementara itu, hari sebelumnya pada Senin, 4 Oktober 2021, tercatat sebanyak 62 kasus.

Dari 60 kasus aktif tersebut, 17 di antaranya sedang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit, seperti di RSUD dr. Soekardjo, RS JK,  dan RS TMC.

Kepala Dinas Kesehata Kota Tasikmalaya Uus Supangat mengatakan, sejauh ini kasus Covid-19 di Kota Tasikmalaya mengalami penurunan yang sangat signifikan. Kendati masih ada penambahan kasus, kasus hariannya hanya satu sampai 2 orang. “Alhamdulillah 2 hari terakhir ini kita tidak ada penambahan kasus. Kalau yang sembuh, bertambah 2 orang,” ujar Uus, Selasa, 5 Oktober 2021.

Menurutnya, tingkat hunian ruang isolasi di beberapa rumah sakit juga menurun seiring dengan banyak kasus sembuh dan sedikitnya kasus baru. Untuk di beberapa rumah sakit isolasi terpusat seperti RS Purbaratu dan RS Dewi Sartika bahkan sudah kosong. “BOR di rumah sakit kita itu sekarang sekitar 6 sampai 7 persen,” ucap Uus Supangat.

Ia menuturkan, kendati saat ini banyak ruang isolasi yang kosong, pihaknya tetap menyiagakan antisipasi adanya lonjakan kasus seperti beberapa bulan ke belakang, di mana BOR di rumah sakit mencapai 90 persen bahkan sempat lebih dari 100 persen.

“Kita tetap siapkan ruang isolasi sebagai antisipasi lonjakan kasus. Kita belajar dari pengalaman kemarin saat pasien membludak kita kelabakan dengan ruangan isolasi,” ungkapnya.

Baca Juga: Capaian Vaksinasi Covid-19 di Kota Tasikmalaya Masih Rendah, Ini Kata Dinas Kesehatan

Uus Supangat menjelaskan, pasien-pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit di Kota Tasikmalaya bukan hanya warga ber-KTP Kota Tasikmalaya, tapi ada beberapa pasien dari daerah tetangga seperti dari Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis.

“Perlu kita ketahui bahwa untuk BOR ini ada beberapa pasien yang memang KTP di luar Kota Tasikmalaya. Kalau untuk yang ber-KTP Kota Tasikmalaya itu yang dirawat di rumah sakit sebanyak 9 orang dan KTP luar Kota Tasikmalaya sebanyak 8 orang,” kata Uus Supangat.

“Mudah-mudahan sepekan ke depan jumlah kasus aktif akan turun, kemudian BOR nya juga turun, dan capaian vaksin akan naik. Mudah-mudahan kita berada di zona risiko ringan bisa turun ke level 2,” sambungnya.

Uus Supangat menambahkan, untuk vaksin kesatu ini tidak boleh kendor. Vaksin kesatu akhir Desember harus selesai. “Target kita di Desember itu ada di angka 75 persen, syukur-syukur ada di angkan 80 persen. Untuk stok vaksin, kita aman. Kalau pun ada kekurangan kita bisa minta bantuan ke TNI atau Polri,” pungkasnya.

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Tokoh Santri dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 12:17 WIB

Empat Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi di Hari Jumat

Jumat, 15 Oktober 2021 | 13:11 WIB
X