Penambahan Kasus Covid-19 di Tasikmalaya Nol. Dari 223 Tempat Tidur yang tersedia, Hanya 4 Unit Terisi

- Senin, 11 Oktober 2021 | 16:21 WIB
Pelajar dan Warga Tasik Dapat Vaksin Kedua. (Irpan Wahab Muslim)
Pelajar dan Warga Tasik Dapat Vaksin Kedua. (Irpan Wahab Muslim)

TASIKMALAYA, AYOTASIKMALAYA.COM -- Kabar menggembirakan, selama empat hari terakhir, kasus Covid-19 di Kota Tasikmalaya tak mengalami penambahan. Kasus Covid-19 yang aktif juga semakin berkurang.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya per Ahad 10 Oktober, dari total 14.686 kasus terkonfirmasi positif Covid-19, kasus aktif hanya tersisa 18 orang. Sementara tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit berada di angka 1,79 persen. Dari total 223 tempat tidur yang tersedia, hanya empat unit yang terisi.

"Ini merupakan hasil yang baik," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra, Ahad, 10 Oktober 2021.

Baca Juga: Jadwal dan Lokasi Vaksinasi Covid-19 di Kota Tasikmalaya Terbaru Oktober 2021

Ia menjelaskan, tak adanya penambahan kasus Covid-19 di Kota Tasikmalaya bukan disebabkan pengetesan berhenti. Pengetesan swab antigen tetap dilaksanakan. Menurut dia, dalam satu hari, pengetesan swab yang dilakukan di Kota Tasikmalaya bisa mencapai 300 sampel, tapi tak ada yang dinyatakan terkonfirmasi positif dalam beberapa hari terakhir.

Kendati kasus Covid-19 mulai berkurang, Asep mengatakan, bukan berarti pandemi sudah berakhir. Ia mengingatkan, masyarakat harus terus menerapkan protokol kesehatan (prokes). Pihaknya juga terus meningkatkan cakupan vaksinasi Covid-19 untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity). "Kita juga terus diingatkan oleh Menko Marves, agar tidak lengah dan jumawa. Apalagi di negara tetangga, Singapura, terjadi lonjakan kasus Covid-29," kata dia.

Asep menambahkan, pihaknya juga akan terus melakukan penelusuran dan pengetesan kepada setiap kontak erat ketika ada kasus positif Covid-19. Namun, untuk kembali melakukan pengetesan swab secara massal, belum akan dilakukan. "Kalau tes massal itu akan banyak menghabiskan bahan baku, sementara yang ditemukan sedikit," kata dia.

Ia mencontohkan, pihaknya melakukan tes swab massal kepada para guru honorer yang akan menjalani seleksi PPPK beberapa pekan lalu. Dari sekitar 1.000 orang yang dites, hanya ada dua orang yang dinyatakan positif. "Artinya kan tidak efektif atau tepat sasaran," kata dia.

Menurut Asep, pengetesan hanya akan difokuskan kepada masyarakat yang menjadi kontak erat atau memiliki gejala Covid-19. Apabila merasa menjadi kontak erat atau memiliki gejala, masyarakat dapat langsung ke puskesmas untuk melakukan pengetesan secara gratis. (Bayu Adji P)

Halaman:

Editor: Dudung Ridwan

Sumber: republika.co.id

Tags

Terkini

5 Tokoh Santri dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 12:17 WIB

Empat Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi di Hari Jumat

Jumat, 15 Oktober 2021 | 13:11 WIB
X