Video Aksi Emak-Emak Curi Tabung Gas 3KG di Pasar Gegernoong Kota Tasikmalaya Beredar di FB

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 10:32 WIB
Tangkapan layar video aksi emak-emak curi tabung gas 3kg di Pasar Gegernoong Kota Tasikmalaya beredar di Facebook. (Ist)
Tangkapan layar video aksi emak-emak curi tabung gas 3kg di Pasar Gegernoong Kota Tasikmalaya beredar di Facebook. (Ist)

TAMANSARI, AYOTASIK.COM -- Aksi emak-emak mencuri sebuah tabung gas 3 kilogram (kg) di kios sembako tepatnya di depan Pasar Gegernoong, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, terekam kamera pengawas atau CCTV.

Video rekaman CCTV aksi emak-emak yang mencuri tabung gas 3 kg tersebut pun beredar di media sosial Facebook. Dalam rekaman CCTV tersebut, seorang emak-emak berkerudung hitam dengan mengenakan pakaian pink dan rok putih, terlihat sedang berada di depan kios sembako.

Pelaku diduga sedang membeli sembako dan di saat pemilik kios menyiapkan belanjaannya, pelaku melancarkan aksinya. Sesaat pelaku tampak memperhatikan situasi sekitar kios sembako kemudian mengambil minyak sayur kemasan botol dari dalam kantong plastik yang berada di bawah.

Baca Juga: Dhea Nazhira Nurmalia, Atlet Peraih Medali Emas PON Papua Asal Ciamis, Pulang Naik Angkutan Umum

Pelaku kemudian memasukan botol minyak goreng ke tas dan mengambil tabung gas 3kg yang berada di pojok kios. Dengan leluasa, pelaku memasukkan sebuah tabung gas 3kg ke kantong plastik hitam dan ditutup dengan keresek hitam yang juga diambil dari kios sembako.

Video aksi emak-emak mencuri tabung gas 3 kg tersebut diunggah ke Facebook oleh akun @Denis Dha Ttfc, Rabu, 13 Oktober 2021. Ia memberi keterangan pada video yang diunggahnya “Untuk memberikan efek jera,maling 1 tabung gas melon 3 Kg,terekam cctv. hati2 untuk para pedagang sembako,” tulisnya.

Denis mengatakan, aksi pencurian tabung gas 3 kg tersebut terjadi pada Selasa, 12 Oktober 2021 sekira pukul 09.30 WIB. “Kios sembako itu baru pertama buka. Lokasinya tepat di samping kios saya,” ujar Denis, Kamis, 15 Oktober 2021.

Video rekaman CCTV berdurasi 1,08 menit tersebut dibanjiri komentar dari warganet: “Dimana eta kajantenanna pa hj? Aya 2 kemungkinan, kebiasaan atau karena faktor kebutuhan. Pami kebiasaan, harus diberi efek jera. Kalo faktor kebutuhan, kmh tah peran pamarentah setempat?” kata Usman Arrasyid.

“Faktor Pailit, ekonomi sulit. Ada kesempatan, yang tadinya mau belanja malah mencuri, aeh aeh euceu, teu karunyaeun klrga mun kenging rek kumaha,” tulis Randy Kurniawan.

Halaman:

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Tokoh Santri dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 12:17 WIB

Empat Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi di Hari Jumat

Jumat, 15 Oktober 2021 | 13:11 WIB
X