Penuhi Hak Sipil, Anak Hasil Nikah Siri Dapat Akta Kelahiran

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 16:12 WIB
ilustrasi -- Menikah siri; Warga Cianjur kota atau di Kecamatan Cianjur tercatat sebagai daerah penyumbang terbanyak warga menikah siri dibandingkan 31 kecamatan lainnya. (Pexels.com)
ilustrasi -- Menikah siri; Warga Cianjur kota atau di Kecamatan Cianjur tercatat sebagai daerah penyumbang terbanyak warga menikah siri dibandingkan 31 kecamatan lainnya. (Pexels.com)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Guna memenuhi hak sipil anak yang lahir dari pasangan suami atau istri yang pernikahannya belum tercatat secara negara atau nikah siri, pemerintah melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) mengeluarkan kebijakan atau inovasi baru.

Kebijakan itu, yakni menerbitkan Akta Kelahiran untuk anak yang orang tuanya dalam Kartu Keluarga (KK) status kawinnya belum tercatat atau baru sah secara agama saja, belum tercatat secara negara. Kebijakan tersebut untuk melindungi dan memenuhi hak sipil anak.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tasikmalaya Hj Wini mengatakan, Disdukcapil telah menerbitkan Akta Kelahiran untuk anak yang orang tua dalam KK statusnya kawin belum tercatat.

“Atau perkawinannya sah secara agama, tapi belum sah secara negara. Hal ini dilakukan untuk memenuhi hak-hak sipil anak yang kedua orang tuanya menikah belum tercatat secara undang-undang atau negara,” ungkap Wini melalui sambungan telepon, Kamis, 14 Oktober 2021.

Baca Juga: BPBD Kabupaten Tasikmalaya Keluarkan Peringatan Dini Potensi Pergerakan Tanah

Menurut Wini, untuk menentukan berapa banyak warga Kabupaten Tasikmalaya yang perkawinannya belum tercatat secara negara atau nikah siri, sampai saat ini belum ada data yang pasti karena dimungkinkan masyarakat belum melaporkan perkawinan sirinya ke Disdukcapil.

“Dalam KK nya yang status perkawinannya belum tercatat secara negara, ada prase nya belum tercatat kawinnya berdasarkan undang-undang atau negara. Pada intinya kebijakan ini untuk melindungi dan memenuhi hak sipil anak,” papar Wini.

Baik anak hasil perkawinan yang tercatat secara negara dan agama, atau hanya secara agama atau siri saja, semua sama anaknya mendapatkan hak sipilnya tercatat di Akta Kelahiran.

Itu pun kedua orang tua nya harus memiliki persyaratan Surat Pertanggung Jawaban Mutlak (SPJM) agar bisa diterbitkan Akta Kelahirannya. “Jangan malu bagi pasangan yang belum tercatat perkawinannya secara negara untuk menyampaikan ke Disdukcapil. Hal ini agar anaknya secara hak sipil terlindungi mempunyai Akta Kelahiran. Maka kami akan lebih menyosialisasikannya kepada masyarakat,” tambah Wini.

Halaman:

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Tokoh Santri dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 12:17 WIB

Empat Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi di Hari Jumat

Jumat, 15 Oktober 2021 | 13:11 WIB
X