Guru, Tenaga Pendidik, dan Nakes Terjerat Pinjol Ilegal, PGRI dan PPNI Kota Tasikmalaya Buka Posko Pengaduan

- Kamis, 28 Oktober 2021 | 15:27 WIB
Guru, tenaga pendidik dan nakes terjebak pinjol ilegal, PGRI dan PPNI di Kota Tasikmalaya buka posko pengaduan.  (Ayotasik.com/Heru Rukanda)
Guru, tenaga pendidik dan nakes terjebak pinjol ilegal, PGRI dan PPNI di Kota Tasikmalaya buka posko pengaduan. (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

TAWANG, AYOTASIK.COM -- Guru dan tenaga kependidikan di Kota Tasikmalaya disinyalir banyak yang terjerat pinjaman online (pinjol) ilegal. Namun, sejauh ini guru dan tenaga kependidikan yang terjerat pinjol belum berani untuk melapor diduga karena malu.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Bidang Lembaga Konsultasi Bagian Hukum (LKBH) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Tasikmalaya Utang Sudiana, saat pembentukan Posko Pengaduan Korban Pinjol Ilegal di Kota Tasikmalaya, Kamis, 28 Oktober 2021.

"Banyak guru dan tenaga kependidikan yang terjerat pinjol. Jumlahnya memang belum diketahui secara pasti. Namun, belum berani untuk melapor itu mungkin malu," ujar Utang Sudiana.

Baca Juga: 6 Nutrisi Hati Menurut dr. Zaidul Akbar, Salah Satunya Aktifkan Salat Malammu!

Menurut Utang Sudiana, pihaknya merasa prihatin dengan kondisi tersebut sehingga PGRI Kota Tasikmalaya bersama LKBH, PPNI, LBH Dharma Selaras Nusa, Firma Hukum Trah dan Rekan, dan CV ADI berembuk untuk membuat posko pengaduan korban pinjol ilegal di Kota Tasikmalaya. "Atas dasar keprihatinan itulah, sehingga dibuatlah posko pengaduan korban pinjol ilegal. Kami jamin data korban akan aman dan dirahasiakan untuk menjaga privasi korban," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Tasikmalaya, Enjang mengatakan, para tenaga kesehatan dan keluarganya pun ada yang menjadi korban pinjol ilegal. "Memang ada keluarga perawat yang juga menjadi korban pinjol ilegal ini. Makanya kita berusaha membantu dengan dibentuknya posko pengaduan korban pinjol ilegal," ujarnya.

Ketua Firma Hukum Trah dan Rekan Taufik Rahman mengatakan, ada beberapa orang yang datang ke kantor dan berkonsultasi mengenai keluarganya yang terjebak pinjol ilegal.

Baca Juga: Peringati Hari Sumpah Pemuda, Ini Kegiatan KNPI Kabupaten Tasik

Pihaknya kemudian bersama rekan-rekannya berupaya bagaimana mencegah dan melindungi masyarakat agar tidak terjebak pinjol. "Pandemi Covid-19 ini membuat perekonomian rontok. Dengan kondisi tersebut, muncullah pinjol-pinjol ilegal yang memanfaatkan situasi sehingga masyarakat terjebak dengan pinjal," ujar Taufik Rahman.

Halaman:

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sastra Sunda: HAMPURA DEWEK, EUY!

Senin, 29 November 2021 | 17:08 WIB
X