Warga Simpan Ban Bekas dan Pohon di jalan Rusak, Bentuk Protes Kondisi Jalan

- Sabtu, 30 Oktober 2021 | 16:39 WIB
Warga simpan ban bekas  dan tanam pohon sebagai protes jalan rusak. (Irpan Wahab Muslim)
Warga simpan ban bekas dan tanam pohon sebagai protes jalan rusak. (Irpan Wahab Muslim)



SINGAPARNA,AYOTASIK.COM -- Ada banyak cara yang dilakukan warga dalam meluapkan kritikan terhadap kondisi jalan mereka. Selain dengan aksi unjuk rasa, ada juga dengan cara menanam pohon di jalan yang rusak.

Aksi penanaman pohon dan ban bekas itu dilakukan warga Ciseda Desa Sukamulya, Kecamatan Singaparna, Sabtu, 30 Oktober 2021. Aksi itu, bagian dari aksi protes warga terhadap kondisi jalan raya Ciseda - Bojongkoneng yang rusak.

Roni (34) warga Ciseda menuturkan, aksi tanam pohon dan ban bekas di jalan rusak merupakan bentuk protes terhadap pemerintah daerah atas kondisi jalan yang rusak. Padahal, jalan tersebut merupakan akses utama menuju komplek perkantoran Kabupaten Tasikmalaya. "Ini inisiatif warga, sebagai bentuk protes kepada pemerintah atas kondusi jalan yang rusak," ujar Roni.

Baca Juga: Gunung Galunggung Masih Normal, Ini Catatan Kepala Pos Pemantau

Ditambahkan Roni, kondisi jalan Ciseda - Bojongkoneng mengalami kerusakan dalam tiga tahun terakhir. Aspal jalan banyak yang terkelupas dan membuat lubang menganga dengan diameter bervariasi. "Kalau hujan, lubang jalan tergenang air. Tidak sekidit juga pengendara yang terjatuh karena kehilangan keseimbangan," ujar Roni.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Permukiman Kabupaten Tasikmalaya, Yusep Yustisiawandana mengakui, akses jalan utama ke kawasan perkantoran Pemkab Tasikmalaya tersebut masih buruk.

Alasan ketesediaan anggaran, hingga kini pihaknya pun belum bisa memperbaiki. Apalagi di tahun 2020 dan 2021 terjadi banyak pergesaran anggaran. Di mana bidang infrastruktur salah satunya banyak yang terpangkas dan dialihkan ke sektor lain. "Iya belum bisa kita memperbaiki jalan tersebut. Kemungkinan insyalloh kita akan masukkan di tahun 2022," jelas Yusep.

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sastra Sunda: HAMPURA DEWEK, EUY!

Senin, 29 November 2021 | 17:08 WIB
X