Guru Honorer Butuh Jabatan dan Insentif, Tete Suherman : Pemerintah Terkesan Kurang Perhatian Terhadap Honorer

- Senin, 15 November 2021 | 19:14 WIB
Guru Honorer. (Ayobandung.com)
Guru Honorer. (Ayobandung.com)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM - Forum Honorer Guru dan Tenaga Kependidikan (FHGTK) Kabupaten Tasikmalaya meminta pemerintah daerah memperhatikan nasib guru honorer yang lulus passing grade dalam tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K) yang tidak mendapatkan formasi termasuk honorer yang belum mendapatkan insentif dari pemerintah daerah.

Ketua FHGTK Kabupaten Tasikmalaya Tete Suherman mengatakan, jumlah awal guru honorer yang masuk di FHGTK ada 4.075 orang. Jumlah itu pun berkurang seiring dengan banyaknya honorer yang lolos tes CPNS dan P3K. alhasil saat ini sisanya ada 3.875-an orang.

Ditambahan Tete, pihaknya pun mempertanyakan bagaimana nasib guru honorer yang lulus passing grade tes P3K, namun tidak mendapatkan formasi. Dan jumlah untuk honorer yang lulus itu ada sekitar 700-an orang.

Baca Juga: Guru Honorer Bertahan di Tengah Pembatasan Sosial Akibat Pandemi Covid-19

“Sementara sekitar 500 orang lulus passing grade P3K mendapatkan formasi. Jadi ada dua yang lulus passing grade P3K dapat formasi, ada juga yang lulus passing grade tidak ada formasi,” terang Tete seusai beraudiensi dengan Komisi I dan IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya bersama sekretaris daerah (sekda) dan Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPKSDM) di ruang Paripurna DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Senin 15 November 2021.

Menurut Tete, yang disoroti oleh FHGTK dalam pengangkatan P3K ini yakni pemerintah terkesan kurang perhatian terhadap honorer. Hal itu terlihat dalam kaitan dengan formasi, terlihat saling lempar kewenangan antara daerah dengan pusat.

Baca Juga: Tahun Depan, Pemerintah Bakal Berikan Insentif untuk Guru Honorer di Kabupaten Tasik

“Kalau pusat itu logikanya, yang mengusulkan adalah daerah, sekarang daerah di kunci sama pusat. Harapannya, ada titik temu. Iya, dalam audiensi tadi, pemkab Tasik berjanji akan memfasilitasi dengan membuat atau melayangkan surat ke Kemendikbud-Ristek,” kata Tete.

Tete berharap, upaya pemerintah itu akan menyelesaikan permasalahan yang di rasakan oleh guru honorer di Kabupaten Tasikmalaya. Minimal honorer bisa bertemu dengan orang pusat dan bisa memeproleh informasi akurat dan kebijakannya bisa diterima oleh honorer.

Halaman:

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sastra Sunda: HAMPURA DEWEK, EUY!

Senin, 29 November 2021 | 17:08 WIB
X