Satu Hari Terjadi Dua Bencana Akibat Intensitas Hujan yang Tinggi di Kabupaten Tasikmalaya

- Kamis, 18 November 2021 | 13:09 WIB
Longsor yang menjebol TPT akibat curah hujan tinggi. (Irpan Wahab Muslim)
Longsor yang menjebol TPT akibat curah hujan tinggi. (Irpan Wahab Muslim)

SUKARAJA, AYOTASIK.COM -- Hujan yang mengguyur wilayah Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, sejak Rabu, 17 November 2021 siang hingga malam menyebabkan dua kejadian bencana, yakni tanah longsor dan pergerakan tanah.

Meski tidak menelan korban jiwa dan merusak rumah warga, dua bencana itu mengancam pemukiman yang dihuni oleh 10 Kepala Keluarga (KK).

Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya Jembar Adisetya mengatakan, bencana tanah longsor terjadi di Kampung Lapang, Desa Sirnajaya. Kecamatan Sukaraja. Bencana tanah longsor itu terjadi disebabkan hujan deras yang turun dari pukul 13.00 WIB. Akibatnya, debit air Sungai Cipanagon cukup deras sehingga menabrak dinding tembok penahan tanah (TPT) karena posisinya berada di belokan sehingga membuat TPT terbawa longsor.

Baca Juga: Begini Kisah Pertemuan Singkat Ria Ricis dan Teuku Ryan Hingga Memutuskan Menikah

"Ambrolnya TPT itu mengancam 4 rumah yang dihuni 4 Kepala Keluarga," ucap Jembar, Kamis, 18 November 2021.

Bencana lainnya, lanjut Jembar Adisetya, yakni, pergerakan tanah di kampung Ciseupan Rt 11 Rw 07, Desa Janggala, Kecamatan Sukaraja. Bencana ini akibat curah hujan yang cukup tinggi dari siang hari pukul 13.00 WIB hingga malam. Akibatnya, ada pergerakan tanah pada pukul 16.00 wib.

Pergerakan tanah itu, mengancam 6 Rumah di antaranya rumah Entoh (66), Nurman (39), Dudi (35), Ade (57) Oleh (51) dan Opik (31). "Kita sudah laporkan kepada dinsos untuk tanggap bencana bagi keluarga yang terancam," ucap Jembar Adisetya.

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Diduga Akan Mencuri Motor, Seorang Pria Diamuk Massa

Kamis, 18 Agustus 2022 | 12:09 WIB
X