Hari Guru Nasional, Ini Kisah Pengabdian Guru Honorer di Daerah Terpencil

- Rabu, 24 November 2021 | 18:53 WIB
Hari Guru Nasional, Ini Kisah Pengabdian Guru Honorer di Daerah Terpencil. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)
Hari Guru Nasional, Ini Kisah Pengabdian Guru Honorer di Daerah Terpencil. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

CIGALONTANG, AYOTASIK.COM – Pahlawan tanpa tanda jasa, peribahasa itu tidaklah salah disematkan kepada guru. Peran guru sangat penting dan kerap dijadikan orang tua kedua bagi para siswa terutama dilingkungan sekolah.

Namun, peran guru dalam mendidik anak-anak bangsa terkadang tidak sebanding dengan apa yang mereka terima untuk kebutuhan hidupnya.

Salah satu potret perjuangan guru ada diri Ria Rismayanti, warga Parentas Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya. Dengan alasan pengabdian, ia rela menjalani tugas sebagai guru dengan status honorer di SDN Parentas yang berada di wilayah terpencil, perbatasan Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Garut.

Baca Juga: Kuliner Tasikmalaya: Enaknya Minum Es Campur Duren Simadu, Nikmat dan Menyegarkan

Ditemui di rumahnya, Ria menuturkan, ia mengabdi di SDN Parentas sejak tahun 2007 lalu. Ria beralasan, ia tetap mengabdi di sekolah tersebut meski berstatus honorer karena ingin mengabdi di tanah kelahiran.

“Saya menjalani saja, ingin mengabdi di tanah sendiri. Apalagi sering di sekolah kami itu ada guru yang sebentar. Tidak bertahan lama mungkin karena jarak," ucap Ria, Rabu 24 November 2021.

Ria menambahkan, selama menngabdi kurang lebih 14 tahun di daerah terpencil, banyak suka duka yang dialami. Akses jalan yang belum sepenuhnya baik dan jarak menuju pusat pemerintahan seringkali menjadi kendala. Meski begitu, Ia tetap menikmati perannya sebagai guru.

Baca Juga: Persib Bandung vs Persiraja Banda Aceh, Maung Bandung Kenakan Jersey Serba Hitam

“Sukanya bisa mengabdi di daerah sendiri, dukanya ya akses yang belum sepenuhnya baik. Apalagi di masa Pandemi Covid-19. Kita sebagai guru pernah merasakan dilemma,“ ucap Ria.

Halaman:

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sastra Sunda: HAMPURA DEWEK, EUY!

Senin, 29 November 2021 | 17:08 WIB
X