Omicron Terdeteksi di 90 Negara, Pemerintah Perketat Pemantauan Pelaku Perjalanan Luar Negeri

- Selasa, 21 Desember 2021 | 19:13 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. (Setkab RI)
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. (Setkab RI)

BUNGURSARI, AYOTASIK.COM - Varian virus Covid-19 Omicron kini telah terdeteksi di sekitar 90 negara termasuk Indonesia. Mengantisipasi lonjakan kasus karena varian Omicron, pemerintah terus memantau secara ketat perkembangan kasus Covid-19 dengan tetap menggunakan level PPKM sebagai basis pengetatan kegiatan masyarakat.

Dalam keterangan resminya melalui kanal YouTube Sekretariat Kabinet RI yang diunggah Selasa, 21 Desember 2021, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, bahwa hingga saat ini respons Indonesia dalam menghadapi varian Omicron masih cukup bagus.

“Terkait dengan perkembangan kasus Omicron yang terjadi di Indonesia dapat kami informasikan bahwa kasus COVID-19 masih berada pada tingkat yang rendah pasca ditemukan kasus pertama Omicron di Indonesia,” ujar Luhut.

Menurutnya, meskipun kasus COVID-19 masih terkendali pada tingkat yang rendah, Luhut menegaskan bahwa pemerintah akan tetap menggunakan level PPKM sebagai basis pengetatan kegiatan masyarakat.

Selain itu pemerintah juga mempersiapkan skenario dalam menghadapi kemungkinan terjadinya lonjakan kasus akibat varian Omicron.

“Kami menggunakan threshold 10 kasus per juta penduduk per hari atau setara dengan 2.700 kasus per hari. Kami akan mulai melakukan pengetatan ketika kasusnya melebihi 500 dan 1.000 kasus per hari. Pengetatan lebih jauh akan dilakukan ketika tingkat perawatan rumah sakit dan tingkat kematian nasional maupun provinsi kembali mendekati threshold level 2,” ucapnya.

Luhut menjelaskan, pemerintah juga terus memonitor secara ketat pergerakan masyarakat di tempat-tempat wisata yang menunjukkan peningkatan cukup signifikan jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Pemerintah terus mewaspadai hal ini dengan mendorong seluruh pemerintah daerah beserta Forkopimda setempat agar kembali mengontrol kebijakan penerapan PeduliLindungi yang saat ini penggunaan mingguannya turun di level 74 persen di kabupaten Jawa-Bali. Pemerintah daerah dan Forkopimda juga terus mendorong untuk tidak kendur melakukan tracing,” kata dia.

Menko Marves menyebut, pemerintah juga terus mendorong peningkatan cakupan vaksinasi terutama di daerah yang capaian dosis pertamanya masih di bawah 50 persen.

Halaman:

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Yamaha Lexi dengan Tampilan Corak dan Warna Baru

Selasa, 12 April 2022 | 16:23 WIB

Terpopuler

X