Syukur Waktu Syukurannya Seniman Tasikmalaya

- Selasa, 1 Desember 2020 | 22:04 WIB
Komunitas Cermin Tasikmalaya menggelar kegiatan syukur waktu di sekretariatnya di Jalan Pemuda, Kelurahan Empangsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Selasa (1/12/2020). (Ayotasik.com/Heru)
Komunitas Cermin Tasikmalaya menggelar kegiatan syukur waktu di sekretariatnya di Jalan Pemuda, Kelurahan Empangsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Selasa (1/12/2020). (Ayotasik.com/Heru)

TAWANG, AYOTASIK.COM -- Jelang pergantian tahun 2020 ke 2021, Komunitas Cermin Tasikmalaya menggelar kegiatan syukur waktu di sekretariatnya di Jalan Pemuda, Kelurahan Empangsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Selasa (1/12/2020).

Kegiatan syukur waktu ini merupakan syukurannya para seniman dan budayawan Tasikmalaya.

Ketua Komunitas Cermin Tasikmalaya Ashmansyah Timutiah mengatakan, kegiatan ini merupakan kali ke-9 nya yang dilaksanakan oleh komunitasnya.

"Malam ini syukur waktu diisi dengan mimbar sastra, di mana para seniman dan penyair Tasikmalaya menampilkan karya-karya puisinya,"ujar Ashmansyah.

Ia menuturkan, setidaknya ada 25 penyair yang turut menampilkan karya-karyanya. Tema puisi yang harus dibawakan yakni semuanya tentang Tasikmalaya. Pihaknya tidak mewajibkan untuk puisi berbahasa Indonesia saja, tetapi puisi berbahasa sunda pun boleh ditampilkan.

"Jadi syukur waktu ini bisa dibilang Syukurannya para seniman dan budayawan Tasikmalaya melalui karya-karya orisinalnya. Nantinya puisi-puisi akan dibukukan atau menjadi sebuah antologi puisi,"ucap Ashmansyah.

Seniman dan budayawan Tasikmalaya yang akrab disapa Kang Acong ini menjelaskan, pelaksanaan syukur waktu kali ini memang berbeda dengan tahun sebelumnya karena saat ini di tengah pandemi Covid-19.

"Konsepnya kami rubah dari yang semula visual langsung kini menjadi virtual sehingga butuh waktu untuk pengeditan video. Untuk live streemingnya paling tanggal 26 Desember nanti hingga ke puncak malam pergantian tahun," ungkapnya.

Dalam syukur waktu 9 ini untuk hari pertama diisi dengan mimbar sastra, kemudian di hari-hari berikutnya diisi dengan musikalisasi puisi, penampilan teater, kesenian buhun, keroncong, dan seni lainnya.

Halaman:

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Terkini

Cerita Pendek: PEREMPUAN DAUN PISANG

Sabtu, 20 November 2021 | 08:39 WIB

Sastra Sunda: MAPAG UDAT-UDAT BALEBAT

Rabu, 15 September 2021 | 11:53 WIB

Cerita Pendek: TATAPAN MATA

Selasa, 31 Agustus 2021 | 12:17 WIB

4 Kerajinan Khas Kota Tasikmalaya

Jumat, 13 Agustus 2021 | 20:20 WIB
X