Misteri Nyai Sinden Neng Syarifah dan Kecelakaan Jalur Gentong Tasikmalaya

- Kamis, 17 Desember 2020 | 15:44 WIB
Jalan Raya Gentong, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya. (Ayotasik.com/Heru Rukanda)
Jalan Raya Gentong, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya. (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

KADIPATEN, AYOTASIK.COM -- Jalan Raya Gentong, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, dikenal sebagai jalur tengkorak atau rawan kecelakaan.  Sebagai pertanda bahwa jalur Gentong merupakan jalur rawan kecelakaan, di pinggir jalan pun di pasang rambu-rambu berlambang tengkorak. Bahkan polisi membuat sebuah tugu dengan sepeda motor ringsek di atasnya.

Kondisi jalan yang berkelok dan menanjak atau menurun serta berada di antara tebing dan jurang, membuat jalur ini memang dianggap sebagai jalur tengkorak.

Kali terakhir kecelakaan terjadi pada Rabu (15/12/2020). Bus pariwisata yang membawa rombongan dari Bandung terperosok ke jurang, tepatnya di Kampung Langkob, Desa Cibahayu, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya. Beruntung seluruh penumpangnya selamat.

Bagi sebagian masyarakat Gentong, kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Gentong tidak semata-mata lantaran persoalan teknis kendaraan, tapi kerap dikaitkan dengan sebuah cerita misteri Nyai Sinden bernama Neng Syarifah yang berkembang di masyarakat Gentong.

Salah seorang warga, Ema (42) mengatakan, cerita misteri tentang Nyai Sinden Neng Syarifah sudah ada sekitar tahun 1940-an.

Menurut Ema, Nyai Sindeng Neng Syarifah merupakan sinden panggung yang merupakan warga asal Gentong. Konon katanya, Nyai Sinden Neng Syarifah memiliki paras yang cantik dengan rambut bersanggul dan memakai kebaya merah berselendang merah.

"Kata orang tua dulu, Neng Syarifah itu seorang sinden dalam sebuah grup ronggeng di Kadipaten dan banyak penggemar. Pakaiannya serba merah," ujar Ema, Rabu (16/12/2020).

Jadi Tumbal Pembangunan Jembatan

Ema menuturkan, dari cerita yang berkembang di masyarakat, Nyai Sinden berkebaya merah itu dijadikan tumbal untuk pembangunan jembatan yang dikenal dengan Jembatan Sarongge, di Kampung Gentong, Desa Buniasih, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya pada zaman penjajahan Belanda.

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini

Cerita Pendek: PEREMPUAN DAUN PISANG

Sabtu, 20 November 2021 | 08:39 WIB

Sastra Sunda: MAPAG UDAT-UDAT BALEBAT

Rabu, 15 September 2021 | 11:53 WIB

Cerita Pendek: TATAPAN MATA

Selasa, 31 Agustus 2021 | 12:17 WIB

4 Kerajinan Khas Kota Tasikmalaya

Jumat, 13 Agustus 2021 | 20:20 WIB
X