Ini Sejarah dan Makna Monuman Lam Alif di Komplek Perkantoran Kabupaten Tasik

- Kamis, 29 Juli 2021 | 19:02 WIB
Monuman Lam Alif di Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)
Monuman Lam Alif di Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM – Bagi anda yang sempat berkunjung ke komplek Perkantoran Kabupaten Tasikmalaya di jalan Bojongkoneng Kecamatan Singaparna pasti melihat monumen yang menjulang persis di depan kantor Setda Kabupaten Tasikmalaya. Monuman itu bernama lam alif yang dibangun pada masa Uu Ruzhanul Ulum menjabat Bupati Tasikmalaya pada tahun 2016 lalu.

Meski sering dilihat, tentunya ada pertanyaan dibenar seperti apa sejarah dan makna yang ingin disampaikan monument lam alif itu? Berikut ayotasik.com sajikan sejarah dan makna monument lam alif

Berawal dari keinginan Uu Ruzhanul Ulum

Monumen lam alif dibangun berawal dari keinginan Uu Ruzhanul Ulum saat menjabat sebagai Bupati Tasikmalaya pada tahun 2016 silam. Keinginan itu dilontarkan kepada salah seorang pejabat yang juga sebagai seniman cukup terkenal di Tasikmalaya yakni Endang Zaenal Alfian atau yang akrab di sapa EZ Alfian.

Kepada Ayotasik.com, EZ Alfian pernah menceritakan permintaan Uu Ruzhanul Ulum kala itu. Uu yang kini menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat menginginkan ada satu tugu, monumen atau symbol yang menggambarkan Kabupaten Tasikmalaya.

Permintaan itu pun diamini oleh EZ Alfian dengan menuangkan beberapa ide. Awalnya, ide yang disuguhkan yakni monuman yang dipenuhi buah-buahan. Hal itu didasarkan pada perekonomian Kabupaten Tasikmalaya yang agrobisnis.  Namun, saat disodorkan kepada Uu, rancangan itu pun ditolak.

Setelah mendapatkan penolakan itu, barulah muncul sebuah ide atau gagasan membuat monuman lam alif. Hal itu disandarkan pada visi misi Kabupaten Tasikmalaya yang religious islami. Barulah, ide itu diterima oleh Uu Ruzhanul Ulum.

Makna Ketaudihan, Keagamaan dan Kebangsaan

EZ Alfian menjelaskan, lambing lam alif dalam monumen itu tidak berdiri sendiri. Namun berawal dari  kalimat syahadat Laa ilaaha illallah. Kalimat tauhid yang merupakan fundamental dalam Islam. Lam alif itu, diharapkan menjadi pengingat setiap orang yang melihatnya bahwa muncul keinginan saat menjelang ajal mengucapkan kalimat tauhid itu.

Halaman:

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Terkini

Sastra Sunda: MAPAG UDAT-UDAT BALEBAT

Rabu, 15 September 2021 | 11:53 WIB

Cerita Pendek: TATAPAN MATA

Selasa, 31 Agustus 2021 | 12:17 WIB

4 Kerajinan Khas Kota Tasikmalaya

Jumat, 13 Agustus 2021 | 20:20 WIB
X