Pemkab Tasik dan Askasara Berkolaborasi Awasi KIA, Ini Poinnya

- Rabu, 4 Agustus 2021 | 19:40 WIB
Lokakarya virtual pengawasan kualitas pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Puskesmas. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)
Lokakarya virtual pengawasan kualitas pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Puskesmas. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM - Sebagai upaya bersama mengawasi terhadap kualitas pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Puskesmas, Pemkab Tasikmalaya menggandeng Forum Aksi Simpul Belajar Tasikmalaya (Aksara). Kesepakatan tersebut dibahas melalui sebuah kegiatan lokakarya virtual yang dihadiri oleh Bappeda, OPD, Forum AKSARA, Puskesmas Singaparna, Puskesmas Sukarame, Kesbangpol, DKPP, Dinsos, Diskominfo, Kesbangpol, PRKI, dan pihak lainnya, Rabu 4 Agustus 2021.

Salah satu presidium Forum AKSARA yang juga Ketua Pergerakan Relawan Kemanusiaan dan Lingkungan Indonesia (PRKI), Luthfi Hizba Rusydia mengatakan, bahwa kolaborasi program pengawasan terhadap kualitas KIA tersebut sangat penting atas beberapa alasan.

Pertama, kata Luthfi,  IPM Kabupaten Tasikmalaya masih berada pada urutan kedua dari bawah di Jawa Barat. Itu menghawatirkan. Kemudian angka kematian ibu dan bayi juga masih tinggi.

Kedua, lanjut Luthfi, fasilitas kesehatan di Puskesmas masih terbatas, seperti minimnya layanan persalinan 24 jam.

“Termasuk partisipasi dan kesadaran masyarakat terkait layanan KIA, berdasarkan hasil survai Forum AKSARA di tujuh Puskesmas baru-baru ini, masih sangat rendah,” kata Lutfhi.

Sementara itu, Wakil Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin mamastikan, Pemkab Tasikmalaya menyambut baik inisiasi kolaborasi tersebut. Apalagi pengusungnya adalah PRKI dan Forum AKSARA yang di dalamnya mayoritas anak muda.

“Hal ini bisa menjadi inspirasi bagi kelompok muda dan OMS lainnya, untuk berkiprah memajukan Tasikmalaya. Kami sadari bahwa kemajuan tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah, melainkan perlu kolaborasi semua pihak,” ujar Cecep.

Selanjutnya, Cecep meminta Kepala Bappeda yang ditunjuk sebagai Tim Teknis Koordinasi Program Madani agar bekerja optimal. Untuk tahap pertama, pemodelan kualitas layanan KIA akan dilakukan di Puskesmas Singaparna dan Puskesmas Sukarame.

“Besar harapan kami ke depan hal yang sama bisa dilakukan juga di Puskesmas lainnya. Karena kita di Kabupaten Tasikmalaya ini punya sebanyak 40 Puskesmas,” lanjut Cecep.

Halaman:

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Terkini

Sastra Sunda: MAPAG UDAT-UDAT BALEBAT

Rabu, 15 September 2021 | 11:53 WIB

Cerita Pendek: TATAPAN MATA

Selasa, 31 Agustus 2021 | 12:17 WIB

4 Kerajinan Khas Kota Tasikmalaya

Jumat, 13 Agustus 2021 | 20:20 WIB
X