Terkendala Modal, Omzet Pengrajin Sandal Spon Tasik Turun 50%

- Senin, 13 Maret 2017 | 17:07 WIB
Pengrajin sandal spon di Tasik.(Fajar)
Pengrajin sandal spon di Tasik.(Fajar)

TASIK, AYOTASIK.COM--Omzet pengrajin szndal spon tasik mengalami penurunan hingga 50% dalam setahun terakhir. Salah satu faktor kendala utamanya adalah modal.

Pengrajin Abomex Sendal Ade Eris mengatakan pada 2016 lalu dirinya bisa memproduksi sandal hingga 2.000 kodi per bulan. Namun, akhir-akhir ini dalam sebulan paling bisa memproduksi hingga 900 kodi.

"Intinya sih usaha kita tetap berjalan. Namun, ada penurunan karena mungkin daya ekonominya sekarang rendah. Tapi, kedala utamanya sih di modal,"katanya kepada AyoTasik, Senin (13/3/2017).

Ia menuturkan modalnya mengalami macet karena sejumlah pihak di lapangan atau grosir belum bisa membayar barang. Sehingga, dirinya perlu putar otak untuk menutupi biaya produksi.

"Ya kita usaha sendiri cari uang ke sana-ke sini. Pinjam ke bank dan lain-lain," ucapnya.

Ade mengaku sejak mendirikan usahanya 1993 hingga saat ini, dirinya tidak pernah tersentuh bantuan pemerintah. Dari segi apapun. Padahal menurutnya, usahanya tersebut sudah banyak membantu ekonomi rakyat kecil.

"Boro-boro, mungkin dari pemerintahnya ada. Cuman tidak sampai ke pengrajin," ujarnya.

Ade berharap pemerintah mau turun langsung ke lapangan. Meninjau kondisi nyata para pengrajin yang pontang-panting menghidupkan UKM di Tasikmalaya.

"Saat ini ada sekitar enam keluarga yang terberdayakan dengan usaha kami. Dulu nyampai 14 keluarga. Intinya, saya tidak mengharap bantuan. Sebab, yang penting bagaimana caranya usaha ini bermanfaat buat orang banyak," tuturnya.

Ade mangatakan produk sandal spon miliknya sudah menjangkau luar Pulau Jawa seperti Sumatera maupun Papua. Untuk di Pulau Jawa sendiri pasarnya menjangkau Kota Bandung, Solo, Purwokerto, Yogyakarta, dan sebagainya.

"Ada banyak keunggulan jika menggunakan sandal spon. Selain murah, sandal spon itu ringan. Sekalipun hilang di masjid nggak akan terlalu kecewa karena harganya murah," ucapnya.

Ia juga menyebutkan harga termurah sandal spon berkisar sekitar Rp70.000 per kodi. Sedangkan yang termahal mencapai Rp180.000 per kodi.

"Jatuhnya paling antara Rp5.000 sampai Rp8.000 per pasang," ujarnya.

Ade mengatakan meskipun murah, sandal spon mampu bertahan hingga enam bulan. Kalaupun ada kerusakan paling hanya mencekung alasnya. Tidak sampai sobek seperti halnya sendal jepang.

"Rata-rata tebalnya 14 milimeter. Tapi, untuk yang cewek ada yang 3 centimeter tebalnya," pungkasnya. (Fajar Sukma)

Editor: Adi Ginanjar

Tags

Terkini

Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku Perdagangan Orang

Kamis, 12 Agustus 2021 | 15:48 WIB

PTM di Kota Tasikmalaya Mulai Pekan Depan

Rabu, 11 Agustus 2021 | 15:50 WIB
X