Kesehatan Santri Positif Covid-19 Terus Dipantau Dinkes

- Jumat, 19 Februari 2021 | 12:55 WIB
Para santri yang menjalani isolasi di Hotel Crown sedang berjemur di halaman hotel, Jumat (19/2/2021). (Ayotasik.com/Heru Rukanda)
Para santri yang menjalani isolasi di Hotel Crown sedang berjemur di halaman hotel, Jumat (19/2/2021). (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

CIPEDES, AYOTASIK.COM -- Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya terus memantau perkembangan kondisi kesehatan para santri yang terkonfirmasi positif Covid-19 yang sedang menjalani isolasi baik di Hotel Crown, Rumah Sakit (RS) Dewi Sartika, dan pesantren.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Asep Hendra Hendriana mengatakan, dari laporanĀ  dokter jaga di Crown dan Dewi sartika, para santri dalam kondisi baik, tidak bergejala, stabil, tidak ada suhu badannya yang demam, batuk dan pilek,

"Alhamdulillah kondisinya baik-baik saja. Mayoritas para santri positif tanpa gejala" ujar Asep, Jumat (19/2/2021).

Menurutnya, untuk isolasi di pesantren para santri sudah disebar, sehingga dalam satu kamar isolasi diisi oleh 4 sampai 5 santri dari biasanya satu kamar di isi 10 santri, sehingga para santri bisa isolasi secara nyaman.

"Kami terus pantau kondisi para santri yang menjalani isolasi di pesantren. Memang ada yang sempat mengalami diare sehingga dievakuasi di rumah sakit, alhamdulillah kondisinya sekarang stabil,"ucapnya.

Ia menuturkan, para santri yang negatif Covid-19 dan terdata di dinas kesehatan jumlahnya ada sekira 400 orang. Secara bertahap pihak pesantren memulangkan para santri dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

"Semua yang negatif sudah keluar dari efisentrum penularan di pesantren," tuturnya.

Asep menambahkan, pihaknya sudah mengingatkan kepada para orang tua bahwa para santri ini merupakan kontak erat. Meksi hasil swabnya negatif, tetap harus menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing, minimal 10 hari maksimal 14 hari.

"Para santri yang pulang ini diminta untuk mengecek kembali PCR nya, karena ada waktu 6 hari mereka bersama-sama dengan temannya yang terkonfirmasi positif Covid-19 sewaktu di pesantren sebelum keluar hasil swab pada 14 Februari 2021 lalu sehingga ada potensi tertular juga," tandasnya.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Terkini

Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku Perdagangan Orang

Kamis, 12 Agustus 2021 | 15:48 WIB

PTM di Kota Tasikmalaya Mulai Pekan Depan

Rabu, 11 Agustus 2021 | 15:50 WIB
X