Dinkes Antisipasi Klaster Keluarga Ustaz dan Ustazah Ponpes Kota Tasik

- Jumat, 19 Februari 2021 | 13:58 WIB
Pondok Pesantren Persis 67 Benda, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Kamis (18/2/2021). (Ayotasik.com/Heru Rukanda)
Pondok Pesantren Persis 67 Benda, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Kamis (18/2/2021). (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

CIPEDES, AYOTASIK.COM -- Dinas Kesehatan (dinkes) Kota Tasikmalaya kini melakukan tracing (pelacakan) dan testing (pengetesan) terhadap keluarga para pengajar atau ustaz dan ustazah yang domisilinya di luar Ponpes Persis 67. Hal ini guna mengantisipasi terjadinya klaster keluarga dari klaster pesantren Persis 67 Benda.

Diketahui, ada beberapa para pengajar yang domisilisinya di luar lingkungan pesantren dan ada pula yang dari luar Kota Tasikmalaya.

"Ternyata tidak semua guru itu domisilinya dekat dengan pesantren. Saat ini sedang dilakukan tracing dan testing oleh tiap-tiap puskesmas,"ujar Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Asep Hendra Hendriana, Jumat (9/2/2021).

Menurutnya, dari catatan tim surveilans puskesmas sudah ada beberapa orang yang diduga kontak erat. Keluarga pengajar yang ada  di Kota Tasikmalaya sekira 5 keluarga, sementara yang lainnya ada yang di daerah Cihaurbeuti dan Sindang Kasih Kabupaten Ciamis.

"Mereka harus laporan ke satgas atau puskesmas terdekatnya untuk dilakukan pengetesan," ucapnya.

Ia menuturkan, pihaknya berharap bisa secepat mungkin memeriksa keluarga para pengajar dan yang diutamakan adalah kontak erat yang ada di luar pesantren.

"Pengajar yang domisili di luar pesantren yang kita utamakan periksa adalah keluarganya. Kalau yang tidak kontak erat langsung kami keluarkan dari kontak erat," tuturnya.

Asep menambahkan, dinas kesehatan terus berusaha memaksimalkan ikhtiar untuk menekan penyebaran kasus Covid-19 di Kota Tasikmalaya, dengan melakukan tracing, testing, dan treatmen.

"Optimalisasi kami minimal keluarga guru yang terkonfirmasi itu sasaran utama dalam melakukan tracing dan testing. Apakah sudah ada penularan atau belum. Kalau belum berarti aman dan kalau sudah penularan kita lakukan isolasi dan treatmen agar tidak menularkan ke yang lain," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Terkini

Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku Perdagangan Orang

Kamis, 12 Agustus 2021 | 15:48 WIB

PTM di Kota Tasikmalaya Mulai Pekan Depan

Rabu, 11 Agustus 2021 | 15:50 WIB
X