Tegas! Tokoh Agama Kota Tasik Minta Perpres Miras Dibatalkan

- Senin, 1 Maret 2021 | 12:37 WIB
Pimpinan Pondok Pesantren Sulalatul Huda Paseh/Ketua Harian DKM Masjid Agung Kota Tasikmalaya KH. Aminudin Bustomi. (Ayotasik.com/Heru Rukanda)
Pimpinan Pondok Pesantren Sulalatul Huda Paseh/Ketua Harian DKM Masjid Agung Kota Tasikmalaya KH. Aminudin Bustomi. (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

CIHIDEUNG, AYOTASIK.COM -- Para Tokoh Agama (Toma) Islam di Kota Tasikmalaya meminta Presiden Jokowi membatalkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

Perpres tersebut mengatur bahwa bidang usaha industri minuman keras (miras) mengandung alkohol, alkohol anggur, dan malt terbuka untuk penanaman modal baru di Provinsi Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Papua dengan memperhatikan budaya serta kearifan setempat.

Pimpinan pondok pesantren Ma'had Ihya Assunah Paseh Ustaz Maman mengatakan, apapun alasan pemerintah membuat perpres miras tersebut, dirinya sangat menyesalkan.

"Saya sangat kecewa dengan adanya Perpres itu. Jangankan di Indonesia, di Amerika saja sudah jelas dibahas soal kemadaratan yang ditimbulkan dari miras," ujar Ustaz Maman, Senin (1/3/2021).

Menurutnya, khomer atau miras adalah sumber dari segala sumber yang melahirkan berbagai macam kerusakan di muka bumi. Ketika diperpreskan atau dilegalkan, artinya jangankan dilegalkan, tidak dilegalkan pun peredaran miras itu begitu hebatnya.

"Kita tidak bisa membayangkan generasi yang akan datang tentunya akan lebih rusak dari pada hari ini," ucapnya.

Ia berharap perpres mirasa ini dipertimbangkan kembali dan tidak terlambat untuk dibatalkan untuk kebaikan dan kemaslahatan generasi muda di masa yang akan datang. Apalagi dari sudut pandang agama sudah tidak ada lagi toleransi atau pun negosiasi karena memang miras ini dilarang dan diharamkan.

"Alasan apapun dalam pembuatan perpres tersebut tidak bisa diterima. Sekarang kan baru 4 provinsi, besok-besok bisa bertambah dan bergeser lagi ke daerah lain. Ini jelas sudah keliru. Kemudian bicara investasi juga sesuatu yang kotor dan tentunya dari sesuatu yang kotor akan menghasilkan kekotoran yang baru lagi," ungkapnya.

Miras Induk Pokok Kejahatan

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Terkini

Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku Perdagangan Orang

Kamis, 12 Agustus 2021 | 15:48 WIB

PTM di Kota Tasikmalaya Mulai Pekan Depan

Rabu, 11 Agustus 2021 | 15:50 WIB
X