Sekda Update Kondisi Klaster Pesantren di Kota Tasikmalaya

- Senin, 1 Maret 2021 | 13:17 WIB
Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Ivan Dicksan, (Ayotasik.com/Heru Rukanda)
Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Ivan Dicksan, (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

TASIKMALAYA, AYOTASIK.COM -- Kota Tasikmalaya masih menjadi salah satu daerah dengan tingkat risiko penyebaran Covid-19 yang tinggi atau zona merah. Salah satu penyebabnya, pada pekan lalu terdapat lonjakan kasus dari klaster pesantren.

Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Ivan Dicksan mengatakan, hingga saat ini status daerahnya masih merupakan zona merah. Namun, ia menyebutkan, seluruh kasus dari klaster pesantren yang membuat Kota Tasikmalaya menjadi zona merah, telah sepenuhnya tertangani. "Kemarin klaster pesantren sudah pada pulang. Sudah sembuh semua. Mudah-mudahan level kita bisa turun lagi," kata dia, Senin (1/3). 

Ia menambahkan, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Barat (Jabar) biasanya akan melakukan evaluasi setiap Senin. Ia optimistis, status Kota Tasikmalaya dapat membaik seiring dengan sembuhnya seluruh kasus dari klaster Pesantren Persis 67 Benda Kota Tasikmalaya. "Saya optimistis, kita akan turun lagi jadi zona oranye, bahkan bisa kuning," ujar Ivan. 

Jika dapat kembali ke zona kuning (risiko penyebaran rendah), Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya akan melakukan evaluasi terkait pengetatan aktivitas yang selama ini diterapkan. Kemungkinan, akan dibuat kelonggaran aktivitas masyarakat. 

Menurut Ivan, seluruh kegiatan masyarakat sebenarnya dapat berjalan. Asalkan, ada jaminan bahwa penerapan protokol kesehatan (prokes) harus terus dipenuhi. 

Sementara itu, jika status Kota Tasikmalaya tetap bertahan sebagai zona merah, pengetatan tetap akan dilakukan. "Namun sekarang pendekatannya lebih ke mikro. Kalau ada RT yang merah, wilayah itu yang di-lockdown. Kalau sekarang belun RT ada yang zona merah," kata dia.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya memastikan penanganan klaster Pesantren Persis 67 Benda Kota Tasikmalaya sudah selesai. Seluruh santri, pengajar, dan karyawan, yang sempat terkonfirmasi positif Covid-19 telah dinyatakan sembuh dan dipulangkan dari tempat isolasi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Asep Hendra mengatakan, sisa enam santri yang masih menjalani isolasi telah diperbolehkan pulang pada Sabtu (27/2). "Alhamdulillah semua santri telah sembuh semua. Terakhir yang enam santri sudah kita pulangkan Sabtu," kata dia, Ahad (28/2).

Ia mengimbau kepada para santri yang sudah pulang untuk tetap menjalani isolasi mendiri di rumahnya masing-masing selama 14 hari. Para santri diminta untuk sementara tidak beraktivitas atau bergaul dahulu dengan anggota keluarga yang lain. "Isolasi mandiri minimal 10 hari dan maksimal 14 hari," kata dia.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Terkini

Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku Perdagangan Orang

Kamis, 12 Agustus 2021 | 15:48 WIB

PTM di Kota Tasikmalaya Mulai Pekan Depan

Rabu, 11 Agustus 2021 | 15:50 WIB
X