Dinkes Kabupaten Tasik Kesulitan Terapkan Prokes di Pesantren

- Selasa, 2 Maret 2021 | 17:15 WIB
Pondok Pesantren Muhammadiyah Al-Furqon Sentral Singaparna (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)
Pondok Pesantren Muhammadiyah Al-Furqon Sentral Singaparna (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Kabupaten Tasikmalaya terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak pengurus Pesantren Muhammadiyah Al-Furqon Sentral Singaparna terkait santri yang terpapar Covid-19.

Kabid Kabid Kepala Bagian Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DPPP Kabupaten Tasikmalaya Atang Sumardi mengatakan, sejauh ini santri yang terpapar sudah mengisolasi diri.

"Informasi, santri yang terpapar ada yang mengisolasi mandiri di area pesantren, ada juga yang dibawa oleh keluarganya," ucap Atang, Selasa (2/3/2021).

Atang menambahkan, cukup sulit mendeteksi dari mana asal mula para santri terpapar Covid-19. Bisa jadi, mereka terpapar dari tamu yang berkunjung ke pesantren atau saat para santri keluar dari komplek pesantren.

"Jadi kita tidak tahu darimana terpaparnya. Bisa jadi waktu para santri membeli sesuatu dari luar komplek pesantren atau waktu ada tamu ke pesantren," ujar Atang.

Terlebih lagi, lanjut Atang, di lingkungan pesantren memang sangat sulit dalam menerapkan protokol kesehatan. Terutama kerumunan dan jaga jarak.

"Sangat sulit, tapi kita sudah berkordinasi dengan pengurus untuk semaksimal mungkin menerapkan prokes," ungkap Atang.

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini

Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku Perdagangan Orang

Kamis, 12 Agustus 2021 | 15:48 WIB

PTM di Kota Tasikmalaya Mulai Pekan Depan

Rabu, 11 Agustus 2021 | 15:50 WIB
X