Tak Punya Uang Bayar Denda, Pemilik Kafe di Kota Tasik Pilih Kurungan 3 Hari

- Selasa, 13 Juli 2021 | 21:24 WIB
Sidang tipiring pelanggar PPKM Darurat di Kota Tasikmalaya, Selasa, 13 Juli 2021. (Ayotasik.com/Heru Rukanda)
Sidang tipiring pelanggar PPKM Darurat di Kota Tasikmalaya, Selasa, 13 Juli 2021. (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

TAWANG, AYOTASIK.COM — Salah seorang pelanggar pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Tasikmalaya yakni pemilik kafe Look Up, memilih menjalani hukuman 3 hari kurungan, karena mengaku tidak memiliki uang untuk membayar denda sebesar Rp5 juta yang dijatuhkan hakim dalam sidang tindak pidana ringan (tipiring) di tempat yang digelar di sekitar area Taman Kota Tasikmalaya, Selasa, 13 Juli 2021.

Dalam persidangan secara daring yang dipimpin Hakim Ridwan, pemilik Kafe Look Up yang berada di wilayah Kelurahan Tuguraja, Kecamatan Cihideung, dinyatakan bersalah karena masih beroperasi di atas batas waktu operasional selama PPKM Darurat yakni hingga pukul 20.00 WIB.

Di kafenya juga ditemukan konsumen yang sedang makan di tempat. Hakim pun menjatuhkan vonis berupa denda sebesar Rp5 juta subsider 3 hari kurungan penjara.

"Mau bagaimana lagi. Saya memang salah. Waktu itu saya melayani pembeli makan di tempat dan buka melebihi jam operasional pukul 20.00 WIB. Saat itu pembelinya yang kenal dekat," ujar pemilik kafe Look Up Acep Lutvi Suparman, usai menjalani persidangan tipiring.

Menurut Acep, dirinya sempat melakukan take away selama 3 hari, tapi sepi pembeli.  Pendapatan juga ngedrop sejak PPKM Darurat ini. Ia menyebut, perbedaan pendapatan dengan cara makan di tempat kopinya serta take away atau delivery order sangat mencolok. Penghasilan dari take away dan delivery order pun tak sampai hingga Rp5 juta per hari.

"Saya lebih memilih 3 hari kurungan karena bagi saya uang Rp5 juta bukan uang sedikit. Pendapatan saya sehari tak dapat segitu. Makanya saya memilih kurungan karena kurungan juga bukan kurungan pidana kejahatan," ucapnya.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Tasikmalaya, Ahmad Sidiq mengaku kaget dengan keputusan Acep. Dia sempat meminta Acep agar memikirkan kembali keputusan tersebut dan diberi waktu 2 Minggu untuk mengambil keputusan.

“Ya tadi memang pemilik kafe itu memilih kurungan 3 hari. Sudah saya panggil 2 kali agar memikirkan kembali keputusannya. Ia diberi waktu 2 Minggu untuk membayarnya,” tuturnya.

Sidiq menambahkan, setelah pengusaha kafe tersebut keukeuh dengan pilihan hukumnya, maka pihaknya akan memasukannnya ke penjara. 

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

Ini Adab Berdoa Menurut Imam An-Nawawi

Selasa, 9 Agustus 2022 | 18:54 WIB

Aturan Waktu Tidur Dalam Islam, Ini Penjelasannya

Rabu, 3 Agustus 2022 | 19:22 WIB

Mimpi Gigi Copot atau Goyang, Ini Maknanya

Selasa, 2 Agustus 2022 | 19:08 WIB
X