Dalam 2 Pekan, 23 Orang di Kota Tasik Meninggal Saat Isoman

- Rabu, 14 Juli 2021 | 16:20 WIB
Petugas identifikasi Polres Tasikmalaya Kota mengevakuasi jenazah penghuni kos yang meninggal saat menjalani isolasi mandiri, Minggu, 12 Juli 2021.(Ayotasik.com/Heru Rukanda).
Petugas identifikasi Polres Tasikmalaya Kota mengevakuasi jenazah penghuni kos yang meninggal saat menjalani isolasi mandiri, Minggu, 12 Juli 2021.(Ayotasik.com/Heru Rukanda).

INDIHIANG, AYOTASIK.COM -- Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Asep Hendra Hendriana mengatakan, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya masih cukup tinggi. Dalam beberapa pekan terakhir ini, penambahan kasus sangat tinggi di mana penambahan kasus baru mencapai ratusan orang setiap harinya.

Meningkatnya jumlah kasus tersebut membuat tingkat keterisian tempat tidur atau Bad Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit pun meningkat. Saat ini tercatat BOR di sejumlah rumah sakit mencapai 86,81%.

Di samping itu, banyak juga warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing karena ruang isolasi di rumah sakit penuh. Meningkatnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 berdampak pula terhadap tingkat kematian akibat Covid-19. Hingga Rabu, 14 Juli 2021 tercatat sebanyak 325 orang meninggal. "Tingkat kematian secara nasional memang pecah rekor dan salah satu penyumbangnya Kota Tasikmalaya. Kalau yang meninggal memang banyak di rumah sakit, tapi memang ada juga yang isoman," ujar Asep, Rabu, 14 Juli 2021.

Menurutnya, sejak awal Juli hingga tanggal 13 Juli 2021, setidaknya ada 23 orang meninggal saat menjalani isolasi mandiri dari total 80 kasus meninggal akibat Covid-19 dalam 2 pekan di bulan Juli 2021. "Yang kita hitung selama Juli 2021 itu ada 23 orang yang isoman meninggal dari total yang meninggal selama Juli 2021 sebanyak 80 orang. Hampir sekitar 30% meninggal karena isoman," ucapnya.

Ia menuturkan, banyaknya warga yang meninggal saat isoman salah satunya karena tidak melaporkan ke pihak RT, RW, maupun puskesmas sehingga kondisinya tidak terpantau. Kalau ada laporan sudah barang tentu menjadi perhatian dan akan diawasi selama menjalani isoman."Ini karena memang ada kasus yang tidak lapor dan menyembunyikan hasil pemeriksaan. Contohnya di perumahan saya sendiri, dia ngecek sendiri hasilnya positif. Hari Jumat masih jumatan, Sabtu Isoman, dan hari Minggunya meninggal," kata Asep.

"Saya telepon RT gak ada yang tahu. Saya telepon puskesmas gak ada yang tahu. Ternyata dia menyembunyikan hasil. Sebagian besar yang isoman gak ada yang tahu sehingga tidak ada yang memantau. Itu ada beberapa kasus. Takut stigma dari masyarakat padahal terkena Covid-19 itu bukan aib," sambungnya.

Asep meminta warga yang menjalani isolasi supaya melaporkan ke RT, RW, maupun puskesmas agar selama masa isolasi mandiri dalam pemantauan dan pengawasan petugas. "Kalau terjadi apa-apa dan perlu dirawat, kan mudah kalau ada laporan. Ya, setidaknya mendapatkan perawatan di IGD meskipun belum mendapat ruangan untuk isolasi di rumah sakit," pungkasnya.

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Terkini

Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku Perdagangan Orang

Kamis, 12 Agustus 2021 | 15:48 WIB

PTM di Kota Tasikmalaya Mulai Pekan Depan

Rabu, 11 Agustus 2021 | 15:50 WIB
X