Perampokan Bersenjata Api di Kota Tasik, Korban Disekap di WC

- Jumat, 30 Juli 2021 | 17:38 WIB
Fahmi (18) korban perampokan bersenjata api di Kampung Cihurip, Kelurahan Sukarindik, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, saat menjelaskan kejadian perampokan dan disekap di dalam WC ke petugas kepolisian, Jumat, 30 Juli 2021. (Ayotasik.com/Heru Rukanda)
Fahmi (18) korban perampokan bersenjata api di Kampung Cihurip, Kelurahan Sukarindik, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, saat menjelaskan kejadian perampokan dan disekap di dalam WC ke petugas kepolisian, Jumat, 30 Juli 2021. (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

BUNGURSARI, AYOTASIK.COM -- Aksi perampokan bersenjata mirip senjata api jenis pistol terjadi di Kota Tasikmalaya, tepatnya di Kampung Cihurip, RT 02, RW 09, Kelurahan Sukarindik, Kecamatan Bungursari, Jumat, 30 Juli 2021 siang.

Perampokan bersenjata api tersebut terjadi sekira pukul 10.30 WIB. Pada saat kejadian korban sedang berada seorang diri di dalam rumah. Pelaku yang berjumlah 2 orang berpura-pura sebagai tamu.

Korban, Fahmi Abdi Rahman (18) memgatakan, sebelum kejadian dirinya sedang tiduran di dalam kamar depan. Ia kemudian mendengar pintu depan rumah diketuk beberapa kali dan terdengar suara permisi dari luar. Korban kemudian beranjak dari tempat tidur dan menghampiri ke dekat pintu.

Sebelum membuka pintu yang dalam keadaan terkunci, korban sempat mengeceknya dari jendela. Namun, lantaran korban tidak mengenal pelaku yang berjumlah 2 orang, korban pun tidak mengindahkan dan hendak kembali ke kamar.

"Saya lagi tiduran di kamar. Kemudian ada yang mengetuk-ngetuk pintu. Katanya permisi gitu. Diketuk beberapa kali. Pas saya cek dilihat dari jendela, saya gak kenal, asing gitu sehingga saya diamin. Tapi pas saya pulang lagi mau kamar, pintu didobrak sama pelaku dan masuk ke rumah," ujar Fahmi, Jumat, 30 Juli 2021.

Menurutnya, awalnya pelaku yang masuk hanya satu orang. Pelaku kemudian mengaku sedang mencari buronan bernama Imron dengan kasus narkoba.

"Pelaku ngomongnya lagi nyari buronan. Mencari Imron katanya. Kasus narkoba. Kamu Imron bukan kata si pelaku? bukan Imron kata aku teh dibilangin. Terus ada bukti gak kalau kamu bukan Imron, mana KTP, kata si pelaku. Terus dilihatin KTP. Wah katanya ini mah anak kecil. Pelaku terus langsung panggil temannya dan masuk ke rumah," ucapnya.

Ia menuturkan, pelaku yang baru masuk rumah kemudian menyuruhnya untuk masuk ke dalam WC sambil menodongkan senjata api. Si pelaku kemudian berjaga di depan pintu WC, sementara pelaku yang mendobrak pintu mengobrak-abrik barang-barang yang ada di lemari dan kamar tidur.

"Sama temannya saya di tahan di dalam WC. Sini kamu ke sini masuk ke WC. Dia ngejagain di depan pintu sambil menodongkan senjata. Jadi saya diam di WC. Pelaku yang lainnya mengobarak-abrik ngacak-ngacak barang di kamar. Yang hilang itu HP Vivo Y95, laptop Lenovo, dan uang tunai Rp175 ribu," kata dia.

Halaman:

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Terkini

Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku Perdagangan Orang

Kamis, 12 Agustus 2021 | 15:48 WIB

PTM di Kota Tasikmalaya Mulai Pekan Depan

Rabu, 11 Agustus 2021 | 15:50 WIB
X