Pelaporan Terhadap Mantan Calon Bupati Islah, Kapolsek Sukarame Tekankan Kesabaran

- Senin, 2 Agustus 2021 | 20:17 WIB
Cep Zamzam Dzulfikar Nur (kiri) dan Sesep Muhammad Aria Santana (kanan) saling memberi maaf sebagai tanda islah atas kesalahfahaman mereka di Polsek Sukarame. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)
Cep Zamzam Dzulfikar Nur (kiri) dan Sesep Muhammad Aria Santana (kanan) saling memberi maaf sebagai tanda islah atas kesalahfahaman mereka di Polsek Sukarame. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

SUKARAME, AYOTASIK.COM – Pelaporan Sesep Muhammad Aria Santana (21) warga kampung Sirnagalih Rt 24 RW 09 Desa Sukamenak, Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya terhadap mantan Calon Bupati Tasikmalaya Cep Zamzam Dzulfikar dicabut dan berujung islah antara kedua belah pihak.

Proses Islah dilakukan di Polsek Sukarame dengan dihadiri kedua belah pihak yang berselisih serta tokoh masyarakat. Proses islah ditandai dengan menandatangani berkas yang disediakan penyidik.

"Alhamdulillah berujung Islah, kasus yang terjadi hari minggu kemarin. Baik pak Cep zamzam maupun warga sepakat islah. Toh mereka kan warga kami juga." Kata Kapolsek Sukarame Ipda Hajar Sutiar, Senin 2 Agustus 2021.

Islah didasari atas keinginan tanpa paksaan dari kedua belah pihak. Mereka menyadari kesalahan masing masing, kedua belah pihak tidak ada yang dirugikan dan tidak saling mengajukan tuntutan.

"Islah karena gak ada yang dirugikan. memang saya sama anggota upayakan fasilitasi keduanya untuk islah karena tidak saling menuntut dan tidak ada yg merasa dirugikan." Ujar Hajar.

Kapolsek Sukarame Tekankan Toleransi dan Kasabaran

Kapolsek Sukarame Ipda Hajar Sutiar menekankan pentingnya menjaga toleransi dan kesabaran saat berada di jalan raya. Agar, kesalahfahaman atas apa yang terjadi di jalan raya tidak terjadi dan terulang kembali.

Hajar Sutiar menambahkan, saat sedang mengendarai kendaraan di jalan raya, kemungkinan terjadi kecelakaan adalah 50 persen kesalahan sendiri dan 50 persennya kesalahan orang lain. Maka dari itu penting kiranya saling toleransi di jalan raya.

“Karena jalan milik semua warga, harus besar toleransi. Karena kesalahan di jalan raya bisa datang dari diri sendiri maupun orang lain, “ ujar Hajar.

Halaman:

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Terkini

Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku Perdagangan Orang

Kamis, 12 Agustus 2021 | 15:48 WIB

PTM di Kota Tasikmalaya Mulai Pekan Depan

Rabu, 11 Agustus 2021 | 15:50 WIB
X