Tips Saat Isoman di Rumah: Pengalaman Mantan Pasien di Tasikmalaya yang Sembuh dari Covid 19

- Rabu, 4 Agustus 2021 | 10:22 WIB
Peyugas puskesmas, babinsa, dan bhabinkamtibmas saat melakukan pengecekan kepada warga yang sedang menjalani isoman.(Ayotasik.com/Ist)
Peyugas puskesmas, babinsa, dan bhabinkamtibmas saat melakukan pengecekan kepada warga yang sedang menjalani isoman.(Ayotasik.com/Ist)

MANGKUBUMI, AYOTASIK.COM -- Menjalani masa isolasi mandiri (isoman) selama 14 hari lantaran terpapar Covid-19 menjadi pengalaman yang begitu berharga bagi salah seorang pasien isoman bernama Abdurahman (35) warga Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya.

Sejak dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan tes Swab antigen, dirinya harus mengikuti aturan untuk melakukan isoman agar tidak menularkan dan proses perawatan secara mandiri di rumah. "Jangan sampailah kena Covid-19 lagi. Saya sangat merasakan betul bagaimana rasanya terpapar Covid-19 dan menjalani isoman," ujar Abdurahman, Rabu, 4 Agustus 2021.

Sesudah itu, ia menjalani isoman di rumah. Ia menuturkan, dirinya tidak mengetahui terpapar Covid-19 dari mana dan siapa. Namun, jika melihat aktivitas sehari-hari sebagai wirausahawan yang kerap bertemu dengan orang-orang dan kondisi kesehatan sedang menurun, kuat dugaan membuat dirinya terpapar Covid-19.

"Awalnya pas sebelum Iduladha kemarin saya sudah mulai meriang. Sewaktu pulang ke rumah dan makan, saya tidak merasakan apa-apa. Saya sempat komplain ke istri kenapa masakannya kurang enak seperti tidak pakai garam. Waktu itu saya belum sadar kalau salah satu gejala Covid-19 adalah hilang indra perasa dan penciuman. Saya kemudian ke kamar dan ambil minyak kayu putih kemudian dicium tidak tercium. Dari situ, saya mulai curiga, wah kena Covid-19 ini mah," ucapnya.

Bapak dari 2 anak ini kemudian melakukan tes swab antigen dan benar saja hasilnya positif Covid-19. Tidak hanya dirinya, tapi anak keduanya juga terkonfirmasi positif Covid-19. Sejak itu, dirinya mulai menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah. "Pertama saya dan anak kedua yang kena. Kemudian istri dan anak saya yang pertama 5 hari kemudian mengalami demam dan juga dinyatakan positif Covid-19," kata dia.

Susah Tidur Saat Awal Isoman

Abdurahman menjelaskan, di awal-awal masa isoman dirinya sulit untuk tidur lantaran, persendian terasa sakit, bahkan untuk pergi ke toilet harus dibopong istri. Bukan hanya itu, napsu makan juga sempat menghilang karena memang indra pengecap dan pencium tidak merasakan apa-apa. "Hampir 5 malam saya sulit tidur. Saya juga merasakan bagaimana sulitnya mendapatkan oksigen karena saya mengalami sesak. Untung saja ada saudara yang mencarikan sehingga bisa mendapatkan oksigen,” ujar Abdurahman.

Selama menjalani isoman bersama kedua anak dan istrinya, pria 35 tahun tersebut mengaku hanya melakukan aktivitas di dalam rumah. Ia mengaku sempat panik ketika dinyatakan positif Covid-19 dan terpikirkan bagaimana nasib anak-anaknya masih belia. Menurutnya, dukungan moril dari keluarga, tetangga, teman, dan sahabat sangat membantu untuk memulihkan kondisi dan semangat untuk bisa sembuh dari Covid-19.

“Sedih, Kang, dapat pesan WA dari tetangga dan teman makanan sudah digantungkan di pagar rumah. Namun, alhamdulillah banyak yang support dan menyuplai makanan. Kunjungan dari petugas puskesmas yang setiap hari datang untuk mengecek kesehatan juga sangat membantu,” ucapanya.

Ia menuturkan, beberapa waktu terakhir sempat mendengar banyak orang yang sedang isoman meninggal. Mungkin itu karena memang ketika isoman apalagi hanya seorang diri tidak bisa berbuat apa-apa karena sakit persendian ketika akan bergerak. Makanya, memiliki nomor petugas baik petugas puskesmas, bhabinkamtibmas, maupun babinsa sangat penting agar ketika membutuhkan bantuan bisa segera menghubungi dan dapat dibantu.

Halaman:

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Terkini

Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku Perdagangan Orang

Kamis, 12 Agustus 2021 | 15:48 WIB

PTM di Kota Tasikmalaya Mulai Pekan Depan

Rabu, 11 Agustus 2021 | 15:50 WIB
X