Sepi, Omzet Pedagang Bendera Merah Putih Anjlok 50 Persen. Tapi, Pedagang Tetap Optimistis Jualannya Laku

- Rabu, 4 Agustus 2021 | 16:07 WIB
Pedagang bendera Merah Putih dan Umbul-Umbul di Jalan KH. Zenal Mustofa Kota Tasikmalaya mengaku kurang pembeli, Rabu, 4 Agustus 2021. (Ayotasik.com/Heru Rukanda).
Pedagang bendera Merah Putih dan Umbul-Umbul di Jalan KH. Zenal Mustofa Kota Tasikmalaya mengaku kurang pembeli, Rabu, 4 Agustus 2021. (Ayotasik.com/Heru Rukanda).

CIHIDEUNG, AYOTASIK.COM -- Hari Kemerdekaan Republik Indonesia diperingati setiap tahunnya pada tanggal 17 Agustus. Dalam memeriahkan hari paling bersejarah negara Indonesia tersebut, bangsa Indonesia dari Sabang sampai Meraoke mengibarkan bendera merah putih yang merupakan bendera Negara Indonesia.

Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 76, para pedagang bendera merah putih dan umbul-umbul serta ornamen lainnya yang berkaitan dengan hari kemerdekaan mulai menjamur di Kota Tasikmalaya.

Di pusat Kota Tasik tepatnya di Jalan K.H. Zenal Mustofa, sejak bulan Juli sudah banyak pedagang yang menjajakan ornamen untuk peringatan hari kemerdekaan, di antaranya bendera merah putih dan umbul-umbul dengan berbagai ukuran.

Salah seorang pedagang bendera Merah Putih, Heri (45) mengatakan, lebih dari 20 pedagang bendera yang menjajakan dagangannya di sepanjang Jalan K.H. Zenal Mustofa Kota Tasikmalaya. "Saya dagang bendera sejak tahun 1987. Dagang bendera ini hanya di bulan Juni sampai Agustus saja. Kalau sehari-hari dagang kacamata di depan toko," ujar Heri, Rabu, 4 Juli 2021.

Ia menuturkan, omzet penjualan bendera merah putih di masa pandemi Covid-19 ini memang mengalami penurunan. Omzet jualannya turun hingga 50 persen dibandingkan dengan sebelum masa pandemi. Kendati demikian, Heri optimistis dagangannya akan laku karena sudah memiliki langganan di antaranya sekolah-sekolah dan kantor-kantor dinas di Pemerintahan Kota maupun Kabupaten Tasikmalaya. "Omzet turun sekitar 50 persen. Alhamdulillah jualan hari ini baru dapat Rp1 juta, kalau sebelum pandemi dapat lebih besar," ucapnya.

Menurut Heri, dirinya sangat beruntung mendapatkan pesanan berupa umbul-umbul merah putih sepanjang 500 meter dari seorang pelanggan. Untuk masalah harga yang ditawarkan untuk satu buah bendera merah puti relatif terjangkau kisaran Rp20 ribu sampai Rp25 ribu per bendera dengan ukuran 60 centimeter kali satu meter. "Saya optimistis  masih ada pembeli bendera sampai hari kemerdekaan nanti. Harus optimis ada yang beli," kata dia.

Senada dengan Asep (30) bahwa penjualan bendera merah putih saat ini mengalami penurunan yang cukup signifikan. Omzet penjualannya turun antara 40 persen sampai 50 persen.

Menurutnya, pembelinya adalah warga yang memang membutuhkan bendera merah putih untuk dipasang di depan rumahnya, bukan dari instansi atau perkantoran. "Sepi, Kang. Sejak jualan awal Agustus sekitar 13 buah bendera yang terjual," ujarnya.

Bendera Merah Putih Dijahit Istri Presiden Soekarno, Fatmawati
Momen Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945, erat kaitannya dengan istri sang proklamator Presiden Republik Indonesia pertama Soekarno, yakni Fatmawati.

Halaman:

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Terkini

Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku Perdagangan Orang

Kamis, 12 Agustus 2021 | 15:48 WIB

PTM di Kota Tasikmalaya Mulai Pekan Depan

Rabu, 11 Agustus 2021 | 15:50 WIB
X