KPAID Kabupaten Tasik Temukan Fakta Baru Kasus RR, yakni Perdagangan Manusia

- Kamis, 5 Agustus 2021 | 15:42 WIB
Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto. (Irpan Wahab Muslim)
Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto. (Irpan Wahab Muslim)

SINGAPARNA, AYOTASIK.COM -- Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya menyerahkan bukti pendukung terkait kasus dugaan human trafficking yang menimpa anak di bawah umur asal Kecamatan Tanjungjaya berinisial RR (14). RR diduga menjadi korban perdagangan manusia yang mengarah ke seks komersial di wilayah Bogor. Kasus tersebut saat ini sedang ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tasikmalaya.

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto mengatakan, hari ini KPAID menyerahkan dokumen bukti pendukung terkait kasus human trafficking atau perdagangan manusia mengarah ke seks komersial yang menimpa anak di bawah umur ke Satreskrim Polres Tasikmalaya. "Kami ke Polres Tasikmalaya bersama Satgas KPAID di Kecamatan Tanjungjaya, melaporkan terkait kasus yang menimpa anak di bawah umur ke Satreskrim Polres Tasikmalaya. Kita sampaikan kabar terbaru, termasuk temuan hasil penelusuran KPAID," terang Ato, Kamis, 5 Agustus 2021.

Temuan hasil penelusuran ini, kata Ato, sudah disampaikan kepada penyidik Satreskrim Polres Tasikmalaya. Ada sebuah indikasi yang mengarah ke seks komersial anak di bawah umur. "Itu yang kemudian disampaikan kepada penyidik di Unit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya. Jadi, dari hasil pendalaman yang kami lakukan bersama tim, RR ini dibawa oleh perempuan inisial Sali asal Kecamatan Salawu, ke Bogor," jelas Ato.

KPAID Ingatkan Orang Tua Harus Jadi Idola
Ato menambahkan, agar kasus yang menimpa anak di bawah umur ini tidak kembali terulang, KPAID melihat munculnya permasalahan ini salah satu pemicunya adalah karena perceraian kedua orang tua. "Kasus yang dialami oleh RR ini yang diduga menjadi korban seks komersial anak di bawah umur, pemicunya adalah perceraian kedua orang tuanya. Kemudian masalah pola asuh," jelas Ato

Ato meminta agar masyarakat bersama-sama menjadi contoh yang baik bagi anak-anak. Agar menjadi teladan yang baik bagi anak, maka ia sudah berbuat yang terbaik buat keluarga, bangsa, dan negara. Jadi, kepala keluarga atau ayah harus bisa mendidik anak dan istrinya.

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Terkini

Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku Perdagangan Orang

Kamis, 12 Agustus 2021 | 15:48 WIB

PTM di Kota Tasikmalaya Mulai Pekan Depan

Rabu, 11 Agustus 2021 | 15:50 WIB

Terpopuler

X