PTM di Kota Tasikmalaya Mulai Pekan Depan

- Rabu, 11 Agustus 2021 | 15:50 WIB
Para siswa di SD Negeri 2 Linggajaya Kota Tasikmalayaa saat melaksanakan ujian sekolah secara tatap muka beberapa waktu lalu).(Ayotasik.com/Heru Rukanda)
Para siswa di SD Negeri 2 Linggajaya Kota Tasikmalayaa saat melaksanakan ujian sekolah secara tatap muka beberapa waktu lalu).(Ayotasik.com/Heru Rukanda)

TINDIHIAN, AYOTASIK.COM -- Pembelajaran tatap muka (PTM) untuk tingkat SD dan SMP di Kota Tasikmalaya direncanakan digelar Senin pekan depan.

Sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri) nomor 27 tahun 2021, bahwa daerah yang masuk pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM level 3 boleh melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan syarat menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

"Dari dulu juga kita sudah siap-siap untuk PTM. Sekolah pun secara umum sudah siap," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Budiaman Sanusi kepada wartawan, 11 Agustus 2021.

Menurut Budiaman, pihaknya sudah berkoordinasi dengan para kepala sekolah baik SD maupun SMP dalam persiapan pembelajaran tatap muka (PTM). Saat ini tinggal bagaimana pihak sekolah memperkuat kembali kesiapannya terutama dalam penerapan prokes di sekolah.

"Pak Plt juga kan melihat Imendagri untuk daerah level 3 boleh tatap muka dengan terbatas. SD dan SMP 50 persen dari kapasitas kelas. Nanti dari pihak satgas Covid-19 akan memberikan arahan dan penjelasan kepada kepala sekolah mengenai PTM ini," ucapnya.

Ia menuturkan, saat ini aturan untuk sekolah secara tatap muka sudah diperbolehkan dan itu sangat diharapkan oleh para guru maupun para orang tua siswa. "Sekarang sedang persiapan dan mungkin minggu depan bisa dilaksanakan PTM," kata dia.

Budiaman mengatakan, di samping menyiapkan sarana protokol kesehatan, salah satu persiapan yang dilakukan pihak sekolah yakni membuat jadwal masuk sekolah dengan menerapkan kapasitas 50 persen dari ruang kelas. "Sejauh ini pihak sekolah sudah sangat siap dengan sarana dan prasarana protokol kesehatan," tambah dia.

Ia menambahkan, 90 persen sekolah tingkat SD dan SMP di Kota Tasikmalaya sudah memenuhi standar dalam penerapan protokol kesehatan sehingga bisa dilakukan pembelajaran tatap muka. Sedangkan sisanya harus diperbaiki dulu dan melengkapi sarana prokesnya. "Di Kota Tasikmalaya itu ada 199 SD negeri dan 32 SD swasta. Kalau SMP negeri ada 21 sekolah, dan SMP swasta sebanyak 58 sekolah," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sekolah tatap muka di Kota Tasikmalaya sudah mulai diperbolehkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya. Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf, Selasa, 10 Agustus 2021.

Diperbolehkannya sekolah tatap muka tersebut seiring dengan status Kota Tasikmalaya yang masuk pada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM level 3. Yusuf mengatakan, kendati PPKM level 4 diperpanjang oleh pemerintah pusat, tapi Kota Tasikmalaya masuk dalam katagori PPKM level 3 sehingga ada kebijakan pelonggaran-pelonggaran dalam aktivitas masyarakat salah satunya diperbolehkannya sekolah tatap muka.

“PPKM level 3 ini mulai ada kelonggaran. Salah satu yang paling penting sekolah sudah diperbolehkan untuk tatap muka,” ujar Yusuf.

Menurutnya, sekolah tatap muka sangat ditunggu-tunggu oleh para pendidik termasuk para orang tua. Selama pandemi Covid-29 ini, hampir 2 tahun sekolah tatap muka ditiadakan dan diganti dengan pembelajaran secara daring (dalam jaringan).

“Sekolah tatap muka sudah diperbolehkan, tapi tetap dengan kapasitas 50 persen dari kapasitas ruang kelas,” ucapnya.

Ia menuturkan, selama pembelajaran daring para orang tua cukup direpotkan. Terlebih para orang tua yang memang memiliki pekerjaan sehingga harus mendampingi anak-anaknya belajar di rumah secara daring.

“Mendidik anak itu memang harus ada tenaga profesional yakni tenaga pendidik. Selama ini orang tua kewalahan juga untuk mendidik anaknya di rumah, sehingga sekolah tatap muka sangat dirindukan,” kata dia.

Yusuf menambahkan, secara teknis dalam pelaksanaan sekolah tatap muka akan diatur oleh dinas pendidikan agar tidak menimbulkan persoalan lain ketika dilaksanakan sekolah tatap muka. “Teknisnya nanti dinas pendidikan yang mengatur” pungkasnya.

Sekolah Tatap Muka Disambut Baik Orang Tua

Diperbolehkannya sekolah tatap muka disambut baik para orang tua siswa di Kota Tasikmalaya, salah satunya Asep Setiadi (33) warga Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya.

Menurutnya, selama pandemi Covid-19 dia cukup direpotkan dengan pendidikan anaknya yang dilaksanakan secara daring. Anak-anak lebih sering memegang gawai seusai mengikuti belajar daring dengan gurunya. "Repot, Pak kalau sekolah terus-terusan daring. Anak malah keseringan main hp,” ujar Asep.

Ia mengaku sangat bersyukur pemerintah mengeluarkan kebijakan memperbolahkan sekolah tatap muka karena pendidikan secara daring dinilai kurang maksimal. “Mudah-mudahan sekolah tatap muka bisa segera terealisasi sehingga anak-anak bisa belajar di sekolah,” ucapnya.

Senada dengan dengan warga lainnya, Tita (42) warga Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, sekolah tatap muka begitu dirindukan oleh dirinya termasuk para orang tua siswa lainnya. Belajar secara daring dinilainya kurang efektif, terlebih bagi orang tua yang memiliki anak sekolah lebih dari 2 orang.

“Anak saya yang sekolah itu  3 orang. Kalau belajar daring dalam satu waktu yang sama jadi merepotkan. Saya harus pinjam hp saudara agar anak bisa belajar daring, tapi itu tidak selalu ada ketika harus belajar daring,” ujar Tita.

Dirinya sangat bersyukur pemerintah Kota Tasikmalaya mengizinkan sekolah tatap muka, sehingga dirinya tidak perlu pinjam-pinjam hp demi belajar daring anak-anaknya. “Alhamdulillah kalau memang benar sudah diizinkan sekolah tatap muka. Mudah-mudahan tidak ada kendala lagi dalam pelaksanaannya,” kata dia.

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Terkini

Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku Perdagangan Orang

Kamis, 12 Agustus 2021 | 15:48 WIB

PTM di Kota Tasikmalaya Mulai Pekan Depan

Rabu, 11 Agustus 2021 | 15:50 WIB
X