Antisipasi Meningkatnya Kasus Kematian Akibat Covid-19, Polsek Rajapolah Buat Peti Mati

- Kamis, 12 Agustus 2021 | 15:01 WIB
Mengantisipasi meningkatnya pasien meninggal akibat Covid-19, Polsek Rajapolah berinisiatif membuat peti mati yang dilakukan secara swadaya bersama masyarakat. Peti mai yang telah dibuat diserahkan ke Puskesmas Rajapolah, Kamis, 12 Agustus 2021. (Ayotasik.com/Heru Rukanda)
Mengantisipasi meningkatnya pasien meninggal akibat Covid-19, Polsek Rajapolah berinisiatif membuat peti mati yang dilakukan secara swadaya bersama masyarakat. Peti mai yang telah dibuat diserahkan ke Puskesmas Rajapolah, Kamis, 12 Agustus 2021. (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

RAJAPOLAH, AYOTASIK.COM - - Antisipasi meningkatnya kasus kematian akibat Covid-19 di wilayah Kecamatan Rajapolah, Polsek Rajapolah berinisiatif membuat peti mati bagi pemulasaraan jenazah.

Kapolsek Rajapolah AKP Dede Darmawan mengatakan, pembuatan peti mati sudah dilakukan sejak meningkatnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dan meningkatnya Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit, serta banyak warga yang menjalani isolasi mandiri atau isoman. “Kita bikin peti mati sejak meningkatnya angkat kematian. Kemudian dari pihak Rumah Sakit SMC pada saat itu kekurangan peti mati, makanya dari satuan tugas Covid-19 Kecamatan Rajapolah inisiatif membuat peti mati dengan bantuan dari masyarakat,” ujar Dede, Kamis, 12 Agustus 2021.

Menurutnya, berdasarkan kebijakan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya dan pihak rumah sakit SMC, bahwa untuk pemulasaraan jenazah yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah ditangani oleh satgas kecamatan masing-masing. Sehingga pihaknya inisiatif membuat peti mati sebagai antisipasi kekurangan peti mati. “Sudah ada 12 peti mati yang dibuat secara swadaya dan diserahkan ke Puskesmas Rajapolah,” ucapnya.

Ia menutukan, peningkatan kasus meninggal akibat Covid-19 terjadi sekira bulan Mei atau Juni 2021. Hal tersebut seiring dengen terjadi peningkatan kasus terkonfiirmasi positif Covid-19 di Tasikmalaya terutama di wilayah Kecamatan Rajapolah. “Waktu itu BOR di rumah sakit penuh, dan tempat isolasi di puskesmas terbatas. Sehingga dibuat rumah isolasi di lingkungan Polsek Rajapolah,” kata dia.

Dede menambahkan, rumah isolasi terpadu Covid-19 di lingkungan Polsek Rajapolah saat ini memang kosong. Namun, hal tersebut bukan berarti tidak dapat digunakan. Ia menyebut, rumah isolasi di lingkungan Polsek Rajapolah sempat diisi oleh 7 orang pasien Covid-19 yang memiliki gejala ringan dan sedang. Mereka semuanya sudah dinyatakan sembuh dan pulang ke rumahnya masing-masing. “Kini kasus aktif di wilayah Kecamatan Rajapolah tinggal 20 orang dan mereka tidak bergejala,” pungkasnya.

Rumah Dinas Kapolsek Rajapolah Jadi Tempat Isolasi Covid-19

Sebelumnya diberitakan, rumah dinas Kapolsek Rajapolah dan kantor Bhayangkari ranting Polsek Rajapolah dijadikan ruang isolasi bagi pasien Covid-19, Kamis, 8 Juli 2021. Hal tersebut seiring dengan terus melonjaknya kasus terkonfimasi positif Covid-19 di wilayah Kecamatan Rajapolah.

Kapolsek Rajapolah AKP Dede Darmawan mengatakan, ada 3 ruangan yang dijadikan tempat atau ruang isolasi bagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang bergejala. Untuk satu ruangan, bisa diisi dengan 3 tempat tidur sehingga rumah dinas kapolsek dan kantor bhayangkari bisa menampung 9 pasien Covid-19 bergejala. "Ini demi kemanusiaan. Kami ada ruangan yang memang bisa dijadikan tempat isolasi pasien bergejala," ujar Dede saat dihubungi Ayotasik.com, Kamis, 8 Juli 2021 malam.

Menurutnya, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah Kecamatan Rajapolah mengalami kenaikan. Hingga saat ini tercatat di satuan tugas (satgas) Covid-19 kecamatan jumlah pasien aktifnya mencapai 161 orang. Di samping itu, banyak pasien yang sebelumnya menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing mulai menunjukan gejala sehingga harus dirawat. "Saat ini tempat isolasi di Puskesmas Rajapolah sudah penuh dan informasinya di rumah sakit SMC juga penuh, sehingga kami gunakan rumah dinas dan kantor bhayangkari untuk ruang isolasi," ucapnya.

Halaman:

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Terkini

Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku Perdagangan Orang

Kamis, 12 Agustus 2021 | 15:48 WIB

PTM di Kota Tasikmalaya Mulai Pekan Depan

Rabu, 11 Agustus 2021 | 15:50 WIB
X