Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku Perdagangan Orang

- Kamis, 12 Agustus 2021 | 15:48 WIB
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Hario Prasetyo Seno. (Irpan Wahab Muslim)
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Hario Prasetyo Seno. (Irpan Wahab Muslim)

MANGUNREJA, AYOTASIK.COM -- 4 tersangka kasus penggelapan orang, yakni Kamaludin (22) warga Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis, Luki (22) warga Kecamatan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya, Ari (28) warga Kabupaten Sukabumi dan Seli (21) warga Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya diancam Undang-undang RI Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Hario Prasetyo Seno menuturkan, berdasarkan penyelidikan dan penyidikan, keempat tersangka dijerat Undang-Undang RI tentang Pemberantasam Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun penjara. "Mereka kami ancam dengan undang undang perdagangan orang, ancaman kurungannya 3 tahun maksimal 15 tahun," kata Hario, Kamis, 12 Agustus 2021.

Modus perdagangan orang itu, lanjut Hario, diperankan berbeda oleh para tersangka. Di antaranya Seli (21) berperan sebagai perekrut korban. Seli mengajak anak anak remaja usia 22 – 30 tahun untuk bekerja sebagai pelayan di sebuah rumah makan di puncak Bogor.

Setelah berhasil direkrut, peran lainnya dilakukan Kamaludin (22) dengan membawa korban dari tempat tinggalnya ke wilayah puncak Bogor. Setelah korban sampai di puncak Bogor, selanjutnya peran Ari (28) warga Sukabumi mengambil alih.

Sesampainya di Bogor, peran untuk memasarkan dan menawarkan para korban dilakukan oleh Luki (21) warga Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya. Selain berperan menawarkan, Luki juga berperan mengantar korban kepada calon pembeli sesuai dengan permintaan pembeli.  "Jadi masing-masing itu punya peran. Dari mulai perekrut sampai pemasaran. Tarif yang dikenakan untuk sekali kencan itu 300 ribu, " ucap Hario.

Terungkapnya sindikat perdagangan orang ini, kata Hario, berawal dari laporan seorang bernama Yuli (40) warga Ciledug Desa dan Kecamatan Tanjungjaya Kabupaten Tasikmalaya pekan lalu.

Yuli melaporkan telah kehilangan anaknya berinisial RR (14) yang dibawa oleh seorang perempuan bernama Seli. Dari informasi itu, kata Rimsyah, Unit PPA Polres Tasikmalaya pun melakukan penyelidikan. "Semua korban sudah diambil alih pemerintah provinsi, kemarin ada ibu Lina istri Wakil Gubernur ke sini. Untuk RR sudah dikembalikan ke keluarga," ujar Hario.

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Terkini

Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku Perdagangan Orang

Kamis, 12 Agustus 2021 | 15:48 WIB

PTM di Kota Tasikmalaya Mulai Pekan Depan

Rabu, 11 Agustus 2021 | 15:50 WIB
X