Covid-19 di Lingkungan Pondok Pesantren Sulit Dicegah? Begini Kata Pakar

- Jumat, 26 Februari 2021 | 14:08 WIB
21 ambulans dikerahkan jemput santri positif Covid-19 dari salah satu pondok pesantren di Cipedes, Kota Tasikmalaya, beberapa waktu lalu. (Ayotasik.com/Heru Rukanda)
21 ambulans dikerahkan jemput santri positif Covid-19 dari salah satu pondok pesantren di Cipedes, Kota Tasikmalaya, beberapa waktu lalu. (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

JAKARTA, AYOTASIK.COM -- Belakangan ini, pondok pesantren (ponpes) berkontribusi lagi terhadap penambahan kasus Covid-19 di Indonesia, salah satunya seperti terjadi di Kota Tasikmalaya. 

Menurut pakar kesehatan, Zaenal Abidin, ada sejumlah hal yang membuat pencegahan penularan Covid-19 sulit di ponpes. Salah satunya santri biasa tidur secara bersama-sama dalam satu kamar. Kondisi ini yang dikhawatirkan Zaenal memudahkan penularan Covid-19.

"Dalam satu kamar tidur bisa diisi 10 orang. Makan, mengaji, belajar dan main bersama-sama. Jadi kalau ada satu anak atau ustad atau siapa saja yang kena lalu bawa masuk ke pondok maka yang lain akan ketularan," kata Zaenal pada Republika.co.id, Jumat (26/2).

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) periode 2012-2015 itu memberi masukan supaya Ponpes bisa menangani infeksi Covid-19 lebih baik. Pertama, setiap orang baru yang masuk atau berkunjung ke Ponpes wajib memiliki keterangan negatif Covid,.

"Kemudian warga Ponpes yang ke luar dan masuk juga perlu pemeriksaan berkala. Warga pondok secara keselurhan perlu juga periksa berkala," ujar Zaenal.

Selain itu, Zaenal mengingatkan agar pihak Ponpes dan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat memperkuat sinergi. Dengan begitu, maka perwakilan Dinkes atau Puskesmas terdekat bisa memantau kesehatan Ponpes secara berkala, terutama terkait penularan Covid-19.

"Bila ada warga Ponpes yang dinyatakan positif segera lapor untuk tindak selanjutnya atau petugas sendiri akan menyarankan tindakan terbaik selanjutnya," ucap Zaenal.

Relawan gerakan LaporCovid-19 mendapati kasus klaster Covid-19 di pesantren sudah beberapa kali terjadi. Di Tasikmalaya, Jawa Barat, sekitar 400 santri terkonfirmasi positif COVID-19 pertengahan Februari 2021. Tahun lalu, sebanyak 550 santri dan guru di sebuah pesantren di Kabupaten Kuningan, Jabar, juga terpapar Covid-19.

Tim LaporCovid-19 mencatat, hingga kini terdapat 8.291 kasus positif Covid-19 di lingkungan pesantren. Satu kasus di antaranya meninggal dunia. Data tersebut belum mencakup kondisi keseluruhan karena tidak semua pesantren melaporkan kasus Covid -19. Kasus positif di pesantren lebih tinggi dibandingkan sekolah yang mencapai 1.142 orang.

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini

Doa-Doa agar Terhindar dari Berbagai Penyakit

Rabu, 14 Juli 2021 | 12:56 WIB

Tips Melakukan Perawatan Rem Cakram Sepeda Motor

Selasa, 13 Juli 2021 | 18:13 WIB

Cek, BLT Apa Saja yang Disalurkan Pekan Ini?

Jumat, 9 Juli 2021 | 10:19 WIB
X