DPRD dan Pemprov Jabar Sepakati KUA PPAS Tahun 2022

- Senin, 22 November 2021 | 21:36 WIB
Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat melaksanakan Rapat Paripurna dengan agenda Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama Antara Kepala Daerah dan DPRD Terhadap KUA dan PPAS Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2022. (dok Humas DPRD Jabar)
Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat melaksanakan Rapat Paripurna dengan agenda Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama Antara Kepala Daerah dan DPRD Terhadap KUA dan PPAS Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2022. (dok Humas DPRD Jabar)

BANDUNG, AYOTASIK.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat gelar Rapat Paripurna dengan Agenda Penandatanganan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2022, Rabu 10 November 2021.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, pihaknya telah melakukan proses pembahasan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2022 sejak pertengahan Agustus 2021.

Sebelum penandatanganan KUA-PPAS dilakukan, Ineu mengatakan setidaknya terdapat 10 catatan yang harus diperhatikan.

Salah satunya mengenai sektor pendapatan, dana Pilkada, dan sekma bantuan fasilitas pondok pesantren. Untuk sektor pendapatan pihaknya mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus mampu untuk mengkaji sumber pendapatan selain dari pajak kendaraan bermotor, seperti mengoptimalkan pemanfaatan aset meningkatkan deviden BUMD maupun pendapatan.

"Perlunya dilakukan pembahasan secara mendalam mengenai alokasi dana Pilkada, mohon dijadikan perhatian oleh pemerintah provinsi Jawa Barat terkait skema bantuan fasilitas pondok pesantren tersebut akan menunjang peningkatan aspek dakwah dan pemberdayaan," ucapnya saat memimpin Rapat Paripurna.

"Mengenai belanja tidak terduga untuk terkait bencana alam dan hal-hal yang bersifat darurat sesuai dengan Permendagri," tambahnya.

Selanjutnya terkait bantuan desa, diharapkan menjadi program prioritas bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta ada peningkatan nilai penilaian dan berikutnya mendukung pencapaian indikator kinerja. Untuk itu pihaknya meminta, hal tersebut tidak luput dari aspek penganggaran.

"Diharapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat meningkatkan sosialisasi Perda kepada masyarakat Jawa Barat, kedelapan terkait skema bantuan sosial dan bantuan keuangan tentunya kami berharap harus fokus kepada program program prioritas yang mendukung pencapaian target-target RPJMD," katanya.

"Termasuk target IPM bagi pemerintah daerah kabupaten kota harus diberikan reward dan punishment terkait dengan pelaksanaan atau realisasi bantuan keuangan pemerintah provinsi Jawa Barat," paparnya.

Halaman:

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Siswa TotoLab Menjuarai Kompetisi Web.Com

Selasa, 23 November 2021 | 21:20 WIB

Hari Guru Nasional di 13 Negara Asia dan Sejarahnya

Selasa, 23 November 2021 | 16:41 WIB

DPRD dan Pemprov Jabar Sepakati KUA PPAS Tahun 2022

Senin, 22 November 2021 | 21:36 WIB

Persib Singkirkan Persija Lewat Drama Adu Penalti

Senin, 22 November 2021 | 17:22 WIB

DPRD Jabar Apresiasi Kemajuan RSUD Al-Ihsan

Senin, 18 Oktober 2021 | 22:13 WIB
X