Tanggul Sungai Jebol, KPP DPRD Jabar: Harus Ada Koordinasi Dengan BBWS Citarum

- Senin, 22 November 2021 | 22:48 WIB
Kaukus Perempuan  Parlemen DPRD Provinsi Jawa Barat melakukan kegiatan bansos  kepada warga terdampak rumah rusak akibat bencana jebolnya tanggul sungai Cisunggalah tiga hari lalu di Kampung Babakan Sabagi RT 01 RW 17 Desa Panyadap Kecamatan Solokanjeruk, Sabtu 13 November 2021. (dok Humas DPRD Jabar)
Kaukus Perempuan Parlemen DPRD Provinsi Jawa Barat melakukan kegiatan bansos kepada warga terdampak rumah rusak akibat bencana jebolnya tanggul sungai Cisunggalah tiga hari lalu di Kampung Babakan Sabagi RT 01 RW 17 Desa Panyadap Kecamatan Solokanjeruk, Sabtu 13 November 2021. (dok Humas DPRD Jabar)

Sementara itu, Kepala Desa Panyadapan, Teddy Julia Taufik menambahkan, pihaknya memang sudah mempunyai tim penanggulangan bencana karena jebolnya tanggul ini bukan kali pertama di wilayahnya. Namun pada kejadian kali ini, pihaknya tidak dapat memprediksi dan terjadi secara tiba-tiba.

"Kejadian tanggul jebol ini sudah beberapa kali. Dari pemerintah desa Alhamdulillah sudah terbentuk tim penanggulangan bencana, kami juga berkoordinasi dengan komunitas pegiat sungai, jadi tau ketika air naik, tapi kemaren banjir pertama, kita tidak menyangka," tambah Teddy.

Teddy juga menginginkan kepedulian pemerintah untuk memperbaiki tanggul yang ada di Sungai Cisunggalah ini agar dibuatkan tanggul yang permanen dan tidak memakai karung kembali, karena menurutnya sungai tersebut di bawah pengelolaan dan pengawasan BBWS.

"Tapi intinya pemerintah punya kewenangan dan yang menanggulangi tanggul bisa memperbaiki. Harapan kami, karena sungai ini pengelolaan nya di BBWS, bisa memperhatikan, supaya (tanggul) bisa permanen, tidak memakai karung," ujarnya.

Menurutnya, warga yang terdampak banjir akibat tanggul sungai yang jebol ini seluruhnya memngungsi ke rumah kerabat serta saudara nya masing-masing dan tidak ada posko khusus untuk korban bencana.

"Kebetulan korban yang terdampak masih banyak sodara disekitar dan mengungsi ke tetangga," tutupnya.

Diketahui sebelumnya, pada Hari Rabu, 10 November 2021, Tanggul Sungai Cisunggalah yang berada di Kp. Babakan Sabagi, Desa Panyadapan, Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung tidak kuat menahan volume air yang tinggi karena derasnya hujan yang mengguyur Kabupaten Bandung beberapa hari terakhir.

Akibatnya, 10 rumah warga mengalami kerusakan akibat terjangan air. Tercatat dua rumah mengalami rusak parah, dua rumah rusak ringan dan satu masjid terdampak akibat luapan air tersebut.

Halaman:

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Siswa TotoLab Menjuarai Kompetisi Web.Com

Selasa, 23 November 2021 | 21:20 WIB

Hari Guru Nasional di 13 Negara Asia dan Sejarahnya

Selasa, 23 November 2021 | 16:41 WIB

DPRD dan Pemprov Jabar Sepakati KUA PPAS Tahun 2022

Senin, 22 November 2021 | 21:36 WIB

Persib Singkirkan Persija Lewat Drama Adu Penalti

Senin, 22 November 2021 | 17:22 WIB
X